NEWS
Salin Artikel

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil mengatakan, korban ketika itu berencana mengambil madu dari sebuah sarang tawon yang berada di kebun sawit.

Menurut Jalil, korban memang bekerja di perkebunan sawit di Desa Tamiang Bakung, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru.

"Saat hendak memanen sawit bersama seorang rekannya, korban melihat sarang tawon yang cukup besar dan ingin mengambil madunya. Dia sempat dilarang oleh rekannya, karena dianggap berbahaya," ujar Jalil saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2020).

Setelah memanen sawit, korban dan rekannya kemudian pulang.

Mereka kemudian berencana kembali ke kebun sawit setelah mengambil perlengkapan untuk mengambil madu.

Tak lama setelah mengambil perlengkapan, keduanya bergegas kembali ke sarang tawon.

Namun, sebelum sampai di tujuan, rekan korban meminta turun dari motor, karena tidak berani mendekat, apalagi ikut mengambil madu.

Rekan korban hanya menunggu dari kejauhan, sekitar 1 kilometer dari sarang tawon.

"Rekannya atau saksi ini menunggu dari kejauhan, sementara korban mendekati sarang tawon. Jaraknya cukup jauh, sehingga saksi tidak melihat persis saat korban diserang tawon," kata Jalil.

Korban yang lama tak kembali membuat rekannya mulai cemas.

Ia pun pun berusaha berteriak memanggil korban berkali-kali, namun tidak ada sahutan balasan.

Karena tidak berani mendekat, rekan korban memutuskan kembali menuju kampung untuk meminta tolong kepada warga dan mengecek keberadaan korban.



Beberapa warga kemudian melakukan pencarian terhadap korban dengan mengelilingi kebun sawit.

"Setelah dicari-cari, korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di kubangan air di bawah pohon sawit, tak jauh dari sarang tawon," kata Jalil.

Saat ditemukan, kepala korban terbungkus plastik pupuk transparan.

Diduga, saat korban diserang dan disengat kawanan tawon, dia berusaha menutup kepalanya dengan plastik pupuk sebelum menceburkan diri ke kubangan air.

Dugaan itu dikuatkan dengan beberapa luka lebam bekas sengatan tawon di tubuh korban.

Selain karena sengatan tawon, Jalil mengatakan, korban bisa juga meninggal dunia karena kehabisan oksigen setelah lama berada di dalam air.

"Ada 14 ekor tawon yang sudah mati ditemukan dalam pakaian korban. Selain karena sengatan tawon, kesimpulan sementara diduga korban meninggal dunia karena kehabisan oksigen ketika tenggelam di kubangan air," kata Jalil.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda warga Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan tewas di dalam kebun sawit.

Korban diduga tewas karena diserang kawanan tawon saat hendak mengambil madu.

Keluarga korban yang menolak otopsi memilih langsung memakamkan korban.

https://regional.kompas.com/read/2020/10/24/07413351/kronologi-pemuda-di-kalsel-tewas-diduga-akibat-disengat-tawon

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.