ASN Positif Covid-19, Ratusan Pegawai Pemkab Nunukan Jalani "Rapid Test"

Kompas.com - 22/10/2020, 14:20 WIB
Sejumlah tenaga medis Nunukan tengah melakukan rapid tes masal bagi sekitar 500 pegawai di kantor Bupati Nunukan pasca seorang ASN dinyatakan positif covid19 (Humas Pemkab) Kompas.com/Ahmad DzulviqorSejumlah tenaga medis Nunukan tengah melakukan rapid tes masal bagi sekitar 500 pegawai di kantor Bupati Nunukan pasca seorang ASN dinyatakan positif covid19 (Humas Pemkab)

NUNUKAN, KOMPAS.com – Ratusan pegawai di kantor Bupati Nunukan Kalimantan Utara menjalani rapid test setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) terkonfirmasi positif Covid-19.

Laki laki berusia 45 tahun warga Nunukan Barat menjadi kasus pertama setelah Nunukan dinyatakan zero kasus oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan pada 19 Oktober 2020.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, pasien dengan kode NNK 68 tersebut dirujuk ke RSUD Tarakan sejak 17 Oktober 2020.

"Dilakukan dua kali pengambilan swab pada tanggal 17 Oktober dengan hasil negatif dan 20 Oktober dengan hasil terkonfirmasi positif Covid -19," ujar Aris, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Video Eks Bupati Nunukan Bagi-bagi Uang Viral, Ini Kata Bawaslu

Berdasarkan riwayat medis, pasien masuk RSUD Nunukan pada 5 Oktober 2020 dengan diagnosa Kolik Abdomen atau nyeri perut hebat. Pasien dirawat dan keluar RSUD pada 7 Oktober 2020.

Pasien kembali masuk dan dirawat di RSUD Nunukan dengan diagnosa GE (Gastroentritis), Dispepsia dan Demam pada 12 Oktober 2020,

"Ada indikasi gejala mirip Covid- 19, kemudian dilakukan pemeriksaan foto thorax dengan hasil ada pneumonia dan pemeriksaan rapid test nonreaktif," ujar Aris.

Pasien pada 17 Oktober kemudian dirujuk ke RSUD Tarakan dan dilakukan pengambilan sampel swab awal dinyatakan negatif, akan tetapi pengambilan swab kedua pada 20 Oktober 2020 hasilnya terkonfirmasi positif Covid -19.

"Berdasarkan kronologi awal, kesimpulan pasien ini merupakan penularan lokal Nunukan atau transmisi lokal," tegasnya.

Baca juga: Satu ASN Positif Covid–19 di Nunukan merupakan Pelaku Perjalanan

Satgas Covid-19 Nunukan langsung melakukan tracing kontak erat dan juga memberlakukan rapid test bagi sekitar 500 pegawai di kantor Bupati.

Selain itu, upaya sterilisasi dengan penyemprotan disinfeksi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke seluruh ruangan.

"Jadi semua pegawai, entah itu PNS atau honorer kita instruksikan untuk rapid test, ada sekitar 500 orang, dan saat ini testing sedang berlangsung,’’ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Nunukan Hasan Basri Mursali.

Pelayanan dikatakan tetap berjalan dengan alasan ASN yang terkonfirmasi Covid-19 sejak sakit sudah tidak masuk kantor, dengan artian lebih dari 14 hari, sehingga diharapkan tidak ada penularan virus.

Namun, kata dia, pelayanan akan sedikit terhambat karena harus menunggu para pegawai selesai menjalani rapid test.

"Pelayanan berjalan biasa, tapi kita lakukan penerapan protocol kesehatan ketat dan kita berharap hasil rapid test semua nonreaktif," kata Hasan.

Dengan penambahan satu kasus ini, data konfirmasi kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan menjadi 68 kasus dengan 67 kasus sudah dinyatakan sembuh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Regional
Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Regional
Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Pencarian 10 Pekerja yang Terjebak di Galian Tambang Dilanjutkan hingga Malam Hari

Regional
Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Kesal Dimarahi Ketahuan Ingin Nikah Lagi, Suami Tega Lempar Istri Pakai Sekop

Regional
Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Ditangkap Gelar Pesta Narkoba, Selebgram Asal Jakarta Ini Diduga Konsumsi Pil Jenis Baru

Regional
Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram 'S' Lebih Parah dari Ekstasi

Polisi: Narkoba yang Dipakai Selebgram "S" Lebih Parah dari Ekstasi

Regional
Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Proyek Geothermal Mandailing Natal Keluarkan Gas, Puluhan Warga Keracunan, 5 Tewas Termasuk Anak-anak

Regional
Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X