Terkena Imbas WFH Masa Pandemi, Ini Strategi Tiket.com Bertahan Tak PHK Karyawan

Kompas.com - 13/10/2020, 22:10 WIB
Gaery Undarsa, Chief Communication & Co-Founder Tiket.com di Jakarta, Kamis (24/5/2017). KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAGaery Undarsa, Chief Communication & Co-Founder Tiket.com di Jakarta, Kamis (24/5/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com – Mimpi buruk dialami Tiket.com di tahun 2020. Tahun yang seharusnya menggembirakan menjadi kedukaan karena pandemi Covid-19 melanda banyak negara.

Bagi perusahaan booking dan ticketing online, Tiket.com sudah mengetahui dampak buruk pandemi Covid-19 sejak virus tersebut melanda Wuhan. Sebab ada beberapa perjalanan yang terganggu.

Co-Founder Tiket.com, Mikhael Gaery Undarsa bersama timnya kemudian bersiap menghadapi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi sejak Februari 2020.

“Kita saja yang sudah prepare, kaget. Bagaimana dengan yang lain,” ujar Gaery dalam acara yang digelar Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), belum lama ini.

Baca juga: 2 Bulan Tak Beroperasi akibat PSBB, PO Bus NPM Bertahan Tak PHK Karyawan

Imbas pandemi

Sejak pandemi terjadi di Indonesia, industri travel yang paling dulu kena dan signifikan.

Sebanyak 2.000 hotel di Indonesia tutup. Penerbangan pun demikian. Hingga omzet sales menjadi kurang dari lima persen.

Pada hari kedua work from home (WFH), seluruh BOD dukumpulkan. Pilihannya saat itu sederhana, tidak melakukan apapun atau berbenah.

“Kita akhirnya berbenah pada hal yang tidak pernah kita pikirkan yakni fokus pada customer care, customer services,” ucap Gaery.

Baca juga: Bus Menganggur karena Corona, Primajasa Tetap Gaji Karyawan dan Tak Ada PHK

 

Dana promosi dipangkas hingga nol, THR dibagi dua bulan

Satu pekan pertama WFH, pihaknya memotong anggaran promosi hingga zero. Kemudian tax dan network pun diatur. 

Yang terakhir disentuh adalah karyawan.

Pihaknya tetap menggaji full dengan mereview produktivitas karyawan. Kecuali untuk THR dibagi menjadi dua bulan untuk membantu cashflow.

Tiket.com kemudian mengambil sikap pesimistis, dengan siap-siap tidak mendapatkan revenue sama sekali. Tujuannya untuk menyiapkan runway selama 8 bulan atau hingga Desember 2020.

“Realitasnya, Juni sudah mulai ada (pendapatan) untuk sales,” kata dia.

Baca juga: 5.000 Karyawan Tetap Digaji dan Tak Di-PHK Meski Perusahaan Rugi Rp 45 Miliar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X