Dua Tahun Noor Asikin Berjuang, Tuntut Pelaku Tabrak Lari Ibunda hingga Meninggal Disidangkan

Kompas.com - 13/10/2020, 09:14 WIB
Satlantas Polres Nunukan lakukan reka ulang kasus laka lantas yang melibatkan anak SMK di Nunukan 2018 lalu SatlantasSatlantas Polres Nunukan lakukan reka ulang kasus laka lantas yang melibatkan anak SMK di Nunukan 2018 lalu

NUNUKAN, KOMPAS.com – Bahagia, geram, dan kecewa menjadi perasaan yang ditumpahkan Noor Asikin, saat bercerita kepada Kompas.com terkait usahanya menuntut keadilan bagi ibundanya yang meninggal akibat ditabrak pelajar SMKN Nunukan.

Kematian tragis ibundanya bernama Noor Hasanah (55) menjadi pukulan berat baginya dan adiknya Mila (18) apalagi peristiwa maut tersebut terjadi tepat di depan matanya.

"Antara bahagia, geram dan kecewa ya, berkali kali saya menanyakan kapan kasus mamak disidang, tapi jaksa selalu menjawab nanti dikabari, dan setelah hampir 2 tahun akhirnya naik juga di persidangan,’’ujar Noor Asikin, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Seorang Anggota Satlantas Tewas, Diduga Korban Tabrak Lari

Asikin mengaku terus menerus mempertanyakan kapan waktu sidang bagi kasus yang menimpa ibundanya.

Dia dan adiknya terpaksa menjadi yatim piatu setelah peristiwa tragis yang mengguncang batinnya.

Ibunya adalah satu satunya orang yang selama ini mencukupi segala sesuatu di rumah mereka. Usaha menanam rumput laut yang baru dirintis sang ibu langsung terhenti akibat kejadian naas tersebut.

Beruntung Noor Asikin adalah seorang PNS dan sudah berumah tangga sehingga kesulitan hidup bisa ditanggung bersama, termasuk menanggung kebutuhan Mila adiknya.

‘’Saya sering datang ke kantor kejaksaan bertanya kapan sidang kasus mamak, dikasih nomor jaksanya atas nama Husni, saya selalu chat dia, jawabannya selalu akan segera dilimpahkan ke pengadilan, hampir 2 tahun begitu saja jawabnya,’’kata Asikin.

Jawaban jaksa dirasa terlalu berbelit dan tidak pernah jelas. Husni yang merupakan jaksa untuk kasus tersebut hanya menjawab akan segera diproses tanpa pernah memberi kepastian kapan kasusnya akan disidangkan.

Jawaban Husni juga beragam. Kasusnya belum limpah ke pengadilan karena agenda kantor yang padat, ia tengah berada di kampung halaman mengunjungi keluarga sakit, karena pandemi Covid-19 sehingga tidak ada sidang, sampai alasan Kejaksaan Negeri Nunukan tengah masa transisi pimpinan.

‘’Padahal saya chat unit Lidik Laka Lantas Polres Nunukan, dijawab kalau berkas sudah limpah ke kejaksaan, pada April 2019 saya chat pak Husni jawabnya dua minggu lagi diproses sidang, tapi lagi lagi gak ada itu,’’tuturnya.

Tolak upaya diversi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X