Guru SD di Bali Kirim Video Porno ke Grup Kelas, Orangtua Murid Kaget

Kompas.com - 12/10/2020, 20:14 WIB
Ilustrasi pornografi Thinkstock/AndreyPopovIlustrasi pornografi

BANGLI, KOMPAS.com - Orangtua murid sebuah sekolah dasar (SD) negeri di wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, dikejutkan dengan kiriman video asusila di grup WhatsApp (WA) kelas dari seorang oknum guru.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (12/10/2020) mengatakan, kejadian itu sudah sepekan lalu.

Kemudian, guru tersebut telah dipanggil dan dipertemukan dengan orangtua murid.

Sulhadi mengatakan, guru tersebut mengaku tidak sengaja dan telah meminta maaf.

"Motifnya salah pencet dan tak sengaja. Sudah minta maaf ke orangtua," kata Sulhadi.

Baca juga: Pria Ini Setubuhi Anak Tiri hingga Hamil 7 Bulan

Sulhadi mengatakan, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nengah Sukarta mengatakan, telah memanggil guru tersebut.

Karena ketidaksengajaan, guru itu disanksi berupa pembinaan.

Dari keterangannya, guru tersebut memang tak sengaja mengirim video asusila di grup kelas 3 SD yang diampunya.

Guru itu sebelumnya mendapatkan kiriman video asusila dari grup WhatsApp lainnya.

Di saat yang bersamaan guru tersebut tengah membuat video materi melukis.

Setelah video melukis selesai dibuat, sang guru berniat mengirimkannya ke grup WhatsApp siswa.

Namun, secara tak sengaja guru tersebut justru salah memilih video yang dikirim.

Guru itu berencana menghapus video tersebut namun tak mengetahui caranya. Setelah dua jam akhirnya video tak bisa lagi dihapus.

Orangtua siswa yang melihatnya kemuduan melakukan protes ke pihak sekolah.

"Begitu salah kirim harusnya dihapus. Tapi, dia tak bisa menghapus. Karena sudah dua jam tak bisa dihapus. Ini murni ketidaksengajaan. Bisa jadi gaptek," kata dia.

Baca juga: Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno Meninggal, Almarhum Dikenal sebagai Panutan

Guru tersebut telah dipertemukan dengan orangtua murid di kelas dan difasilitasi oleh kepala desa setempat.

Pihak orangtua meminta kepada guru itu agar lebih berhati-hati.

Ia mengimbau kepada guru lain agar lebih berhati-hati saat mengirim file ke grup WhatsApp kelas.

Sebelum dikirim, file hendaknya diperiksa terlebih dahulu.

Kemudian, ia meminta agar tak menyimpan video-video pornografi di ponselnya. Jika mendapat kiriman ia menyarankan agar segera dihapus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X