Kompas.com - 12/10/2020, 14:45 WIB
Massa terlibat saling lempar dengan petugas kepolisian dalam demo UU Cipta Kerja di Jalan Diponegoro, Bandung, dekat area Gedung Sate, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIMassa terlibat saling lempar dengan petugas kepolisian dalam demo UU Cipta Kerja di Jalan Diponegoro, Bandung, dekat area Gedung Sate, Kamis (8/10/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan sejumlah orang saat kericuhan pada demo tolak UU Omnibuslaw law Cipta Kerja di gedung DPRD dan Gedung Sate, Kota Bandung.

Diketahui, setelah kericuhan itu, seorang petugas kepolisian berinisial Brigadir A disekap dan dianiaya sejumlah orang.

"Pagi ini dari Polda Jabar akan menyampaikan hal-hal terkait dengan pengungkapan kasus penganiayaan yang terjadi pada tanggal 8 Oktober, pada saat kejadian demo di Gedung Sate maupun di DPRD," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Demo di Bandung Kembali Ricuh, Area Gedung Sate Dilempari Batu

Dari tujuh orang tersangka itu, tiga di antaranya ditahan di Mapolda Jabar, yakni berinisial DR, CH dan DH.

Sementara empat orang lainnya tidak ditahan lantaran masih berstatus pelajar dan di bawah umur.

"Ada pun tersangka tersebut melakukan penganiayaan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan," kata Erdi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskan, anggota yang dianiaya ini disekap di sebuah bangunan yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, ketika unjuk rasa buruh menolak UU Cipta Kerja di gedung DPRD dan Gedung Sate.

"Di situ anggota kami dilakukan penyekapan oleh mereka dan dilakukan penganiayaan," kata Erdi.

Akibat penganiayaan itu, kata Erdi, anggotanya mengalami luka di kepala.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu, nanti (ada) barang buktinya," ucapnya.

Awalnya, polisi menangkap 75 demonstran yang melakukan tindakan anarkistis. Hasil pengembangan penyelidikan, 7 orang di antaranya dijadikan tersangka.

"Pelaku yang kita tahan ini adalah yang melakukan penyekapan, tiga orang yang melakukan penganiayaan ini," ucap Erdi.

Baca juga: Mahasiswa dan Buruh Kembali Padati Gedung Sate dan DPRD Jabar

Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X