Kompas.com - 11/10/2020, 11:52 WIB
Pos polisi lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar saat dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis (8/10/2020). Dok IstimewaPos polisi lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar saat dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis (8/10/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam aksi tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Kota Makassar, Kamis (8/10/2020). 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, 6 orang yang ditetapkan tersangka tersebut ialah mahasiswa yang diduga terlibat dalam perusakan Polsek Rappocini.

Mereka adalah mahasiswi berinisial SL, serta mahasiswa berinisial K, Ince, N, MF, dan D. 

"Ada 6 massa yang ditahan terkait perusakan kantor Polsel Rappocini. Saat ini kita lakukan sidik lanjut," kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Ibrahim mengungkapkan bahwa SL dan K disangkakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 214 KUHP.

Baca juga: 30 Demonstran Tolak Omnibus Law di Makassar Reaktif Covid-19

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, untuk K, Ince, MF, dan D disangkakan Pasal 170 junto Pasal 406 KUHP dan Pasal 214 junto Pasal 55 KUHP.

Saat ini, kata Ibrahim, polisi masih mengejar pelaku perusakan pos polisi di bawah jembatan layang Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, dan perusakan serta pembakaran videotron serta beberapa kendaraan dan fasilitas lain di depan kantor gubernur Sulawesi Selatan. 

"Untuk TKP pos polantas, video dan wajah tersangka sudah dan melakukan pengejaran terhadap pelaku," ujar Ibrahim. 

Sementara itu, untuk 30 massa aksi yang reaktif saat melakukan rapid test kini diisolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Saat ini mereka menunggu hasil swab test setelah melakukam uji usap pada Sabtu kemarin. 

Sementara untuk 137 peserta aksi yang sebelumnya ditangkap kini diserahkan ke Satuan Intel dan Binmas untuk dibina. Sisanya telah dipulangkan.

Baca juga: 3 Sepeda Motor Dibakar Saat Demo Tolak Omnibus Law di Makassar

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap 250 orang demonstran dalam unjuk rasa penolakan Omnibus Law yang berujung rusuh. 

Mereka ditangkap di 11 tempat berbeda di Kota Makassar dan dibawa ke Mako Polrestabes Makassar untuk diperiksa.

Dari ratusan orang yang ditangkap itu, 30 di antaranya reaktif setelah menjalani rapid test



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X