MAGELANG, KOMPAS.com - Ratusan aparat keamanan gabungan Polres Magelang, Polres Magelang Kota dan TNI berjaga-jaga di simpang tiga Artos Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2020).
Penjagaan dilakukan menyusul rencana aksi penolakan omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja oleh kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Magelang Raya (Geram).
Pantauan di lokasi, ratusan peserta sudah mulai berdatangan di titik kumpul di depan sebuah pusat perbelanjaan atau mal Artos.
Baca juga: Liput Pembubaran Demo, Wartawan di Semarang Dipaksa Hapus Foto dan Video
Lokasi ini merupakan titik strategis perbatasan wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.
Secara bertahap mereka tiba mobil bak terbuka dan puluhan sepeda motor.
Mal dan beberapa pertokoan di sekitarnya terlihat sudah tutup jam operasional sejak Jumat pagi.
General Manajer Operasional Artos Mall Raymond Aditya mengatakan, sejak pagi mal ditutup atau mundur jam operasional dengan alasan keamanan.
"Kami mendapat arahan dari pihak keamanan agar mall mundur operasional dengan alasan keamanan, " katanya ditemui di lokasi.
Untuk sementara, jam operasional mundur sampai jam 15.00 WIB.
Baca juga: Sempat Ditangkap, 189 Pedemo Tolak Omnibus Law di Semarang Dibebaskan, Ada Siswa SMP
Namun keputusan pembukaan lagi tetap menunggu situasi dan kondisi di lapangan.
Ada 70-80 tenan di pusat perbelanjaan ini. Seluruh karyawan diminta untuk tetap berada di dalam mal atau kantor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Dengan kebijakan ini tentu kami rugi, kirasan ratusan juta" sebut Raymond.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.