Ekonomi Keluarga Membaik, Ratusan Orang di Gunungkidul Mengundurkan Diri Terima PKH

Kompas.com - 05/10/2020, 17:16 WIB
Ilustrasi uang Dok. KredivoIlustrasi uang

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Ratusan penerima bantuan pemerintah Program Keluarga Harapan ( PKH) di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memilih mengundurkan diri pada periode Januari sampai dengan bulan September.

Sebagian di antaranya karena perekonomian keluarganya sudah membaik.

"Tahun ini sampai bulan September sudah ada 272 penerima PKH yang graduasi mandiri (mengundurkan diri)," kata Koordinator PKH Gunungkidul, Herjun Pangaribowo saat dihubungi melalui sambungan telepon Senin (5/10/2020).

Baca juga: Menko PMK: Beras Bantuan PKH Kualitas Medium

Dijelaskan, alasan mengundurkan diri sebagian besar karena ekonomi dan kesejahteraan keluarganya sudah membaik.

Total ada 56.132 orang penerima PKH sampai bulan Oktober 2020 ini. Untuk mekanisme penggantian warga yang mengundurkan diri tetap menggunakan mekanisme dari Kementerian Sosial.

Herjun mengatakan, pihaknya tidak langsung memberi lampu hijau kepada mereka yang mengundurkan diri.

Namun ada tahapan pendampingan agar memahami kondisinya.

"Untuk yang memiliki usaha bersama masih mendapatkan pendampingan dari kami, dimaksudkan agar tingkatan mereka yang saat ini sudah baik tidak turun," ucap Herjun.

Baca juga: Maksimalkan Pengentasan Stunting, BP3S Manfaatkan SDM PKH

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul Siwi Irianty menjelaskan bantuan berupa beras diberikan kepada KPM PKH dalam rangka mendukung kelangsungan hidup dan menjamin ketersedian pangan selama pandemi Covid-19 sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial no 322 tahun 2020 tentang juknis bantuan sosial beras tahun 2020.

Dalam penyaluran beras kualitas melibatkan bulog dan perusahaan yang ditunjuk menyalurkan ke masyarakat. Pemberian 17 September sampai 28 September 2020. 

KPM PKH akan menerima bantuan beras masing-masing 15 kilogram per bulan sesuai dengan pendataan bulan Juli 2020 lalu.

Pihaknya berharap dengan bantuan ini bisa mengurangi beban keluarga disaat pandemi.

"Bantuan beras per KPM PKH seberat 15 kilogram setiap bulannya, akan diberikan selama 3 bulan yakni Agustus, September, dan Oktober. Agustus dan September akan diberikan bulan September sebanyak 30 kilogram," ucap Siwi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Banjir di Medan, 3 Orang Ditemukan Tewas

Regional
Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Banjir Parah di Medan, Diduga Luapan Sungai Deli

Regional
DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

DPRD Jabar Digeledah KPK, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 8,5 Miliar

Regional
Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Perjalanan Pemuda Belasan Tahun Keroyok Anggota TNI hingga Divonis Penjara 3,5 Bulan

Regional
Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Corona

Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Corona

Regional
Penyelundup Sabu ke Aceh Divonis Mati

Penyelundup Sabu ke Aceh Divonis Mati

Regional
Covid-19 di Babel Lampaui 1.000 Kasus, Ini 3 Kelompok Penularan Dominan

Covid-19 di Babel Lampaui 1.000 Kasus, Ini 3 Kelompok Penularan Dominan

Regional
Bertahan Melawan Penambangan Emas Ilegal, Warga Hutan Desa Lubuk Bedorong Jambi Sampai Bakar Alat Berat Pelaku

Bertahan Melawan Penambangan Emas Ilegal, Warga Hutan Desa Lubuk Bedorong Jambi Sampai Bakar Alat Berat Pelaku

Regional
Kronologi Penemuan Jenazah Wanita yang Dikubur di Fondasi, Terungkap karena Laporan Perzinaan

Kronologi Penemuan Jenazah Wanita yang Dikubur di Fondasi, Terungkap karena Laporan Perzinaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X