Fakta Kecelakaan yang Tewaskan 4 Orang, Pengemudi Remaja Tak Punya SIM, Ditemukan Miras

Kompas.com - 04/10/2020, 06:07 WIB
Mobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMobil orange yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang dalam kondisi rusak berat. Mobil saat ini dievakuasi di Mapolres Sleman

KOMPAS.com- Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Magelang KM 8 Sendangadi, Mlati, Sleman pada Sabtu (3/10/2020).

Kecelakaan tersebut terjadi antara mobil Honda Mobilio dengan Mitsubishi Xpander.

Empat orang yang tewas adalah penumpang mobil Honda Mobilio. Korban-korban tewas masih berusia belasan tahun dan berstatus pelajar.

Rupanya, pengemudi mobil Honda Mobilio masih berusia 17 tahun dan belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Seorang saksi melihat ada minuman keras di mobil Honda Mobilio. Polisi pun membenarkan ditemukan botol alkohol dalam mobil itu.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Maut di Sleman, Ditemukan Botol Miras di Dalam Mobil

Kronologi

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.
Kasat Lantas Polres Sleman AKP Mega Tetuko mengatakan, awalnya mobil Mobilio berwarna oranye itu melintas dari arah utara menuju ke selatan lalu menabrak divider di tengah jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, mobil yang diketahui berasal dari Semarang itu melompati divider di tengah jalan dan menabrak mobil hitam dari awah berlawanan.

"Mobil yang dari arah utara sempat menabrak divider, melompat menuju jalur berlawanan kemudian kena mobil yang dari arah berlawanan. Setelah itu (mobil yang dari utara) menabrak bangunan di pinggir jalan," urainya.

"Korban meninggal dunia empat orang, yang lain luka-luka. Total semuanya ada delapan," lanjut dia.

Empat orang itu adalah penumpang mobil Honda Mobilio. Mereka berusia belasan tahun dan berstatus pelajar.

Baca juga: Kecelakaan Maut Sleman 4 Tewas, Pengemudi Mobilio Tak Punya SIM, Berusia 17 Tahun

 

Mabuk.Thinkstock Mabuk.
Saksi lihat ada minuman keras

Salah seorang saksi, Agung Kusuma (45) awalnya mendengar suara ledakan di lokasi kejadian sekitar pukul 06.00 WIB.

Rumah Agung memang berada tak jauh dari tempat kecelakaan.

"Saya kan di rumah, tiba-tiba terdengar sepertis suara ledakan keras sekali," kata dia, Sabtu (3/10/2020).

Agung yang terkejut kemudian mengecek ke luar rumah. Di lajur sisi barat ada dua mobil yang berhenti.

Ia mendapati sebuah mobil Mobilio berwarna oranye dalam kondisi rusak.

Ada pula sebuah mobil Xpander warna hitam yang rusak di bagian depan.

Agung juga melihat ada minuman keras dalam mobil Mobilio oranye.

"Yang oranye saat dikeluarkan ada minuman keras, ada (korban) yang juga bau miras," kata dia.

Baca juga: Kecelakaan Maut Mobilio Vs Xpander di Sleman, 4 Korban Tewas Berstatus Pelajar

Pengemudi Mobilio masih 17 tahun dan tak kantongi SIM

ilustrasi sopiriStockphoto/forrest9 ilustrasi sopir
Rupanya,  pengemudi mobil Honda Mobilio itu adalah seorang remaja 17 tahun.

Ironisnya, pengemudi berinisial WA itu belum memiliki SIM.

"Pengemudi usia 17 tahun. Iya belum mempunyai SIM," tutur Kanit Laka Lantas Polres Sleman Iptu Galan Adi Darmawan, Sabtu (3/10/2020).

Ia mengatakan, di dalam mobil yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah itu terdapat tujuh orang termasuk sopir.

"Yang di dalam mobil mayoritas pelajar, usianya 14 tahun, 16 tahun hingga 19 tahun," kata dia.

Dalam kejadian tersebut, WA mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Sleman.

Ia mengalami luka di bagian kaki, tangan, dan sobek di kepala bagian belakang.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Maut di Sleman, Ditemukan Botol Miras di Dalam Mobil

 

Ilustrasi jenazahBBC Ilustrasi jenazah
Polisi dalami soal temuan alkohol

Galan menyebut ada temuan botol minuman beralkohol di dalam mobil Honda Mobilio.

Ada yang ditempatkan dalam botol dan ada yang dimasukkan dalam kemasan tanpa merek.

"Di dalam mobil kita dapatkan minuman beralkohol. Mirasnya ada dua miras botolan dan ada dua miras yang dikemas dalam botol plastik tanpa merek yang kita duga oplosan," kata Galan.

Satu minuman keras masih penuh dan satu lagi tinggal sepertiga bagian.

"Apakah pengemudi ini terindikasi minum alkohol sebelum mengemudi atau berkendara di bawah pengaruh alkohol kami masih menunggu hasil dari RS. Kami sudah mengirimkan surat permohonan dilakukan tes, apakah ada kandungan alkohol di tubuhnya (pengemudi)," ujarnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma | Editor : Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X