Bawaslu Tasikmalaya: Kampanye Paslon Masih Andalkan Sosialisasi Tatap Muka

Kompas.com - 02/10/2020, 11:48 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKetua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda menyebut sesuai pantauannya keempat pasangan calon (paslon) pada Pilkada Tasikmalaya masih mengandalkan sosialisasi tatap muka menghadiri undangan masyarakat selama ini.

Mereka dinilai belum secara optimal memanfaatkan kampanye lewat daring atau media elektronik maupun berbagai macam media sosial pada Pilkada di masa Pandemi Corona ini.

"Sepekan awal masa kampanye yang dimulai sejak 26 September lalu, belum terlihat masif pola kampanye daring dimanfaatkan para pasangan calon. Mereka masih lebih memilih menyosialisasikan diri dan kampanye atas dasar menghadiri undangan masyarakat," jelas Dodi kepada Kompas.com via telepon, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Pilkada Ogan Ilir Masih Diwarnai Kampanye Tatap Muka, Ini Kata KPU

Kampanye menghadiri undangan masyarakat masih terpantau jumlah orang tak terlalu banyak.

Biasanya menghadiri acara pengajian di perkampungan, pernikahan, kelompok tani dan lainnya.

"Acara seperti itu meski tatap muka tapi massanya tidak terlalu banyak sesuai pantauan kami," kata Dodi.

Dodi menambahkan, selama sepekan masa kampanye belum ditemukan pelanggaran yang dilakukan tim sukses ataupun pasangan calon.

Baca juga: Calon Tunggal di Pilwalkot Semarang Kampanye Lewat Virtual Box

Kondisi pandemi, dianjurkan kampanye daring

Meski demikian, pihaknya akan terus mengawasi karena dalam kampanye di masa pandemi ini antara tim sukses dan pasangan calon terlihat bergerak sosialisasi secara terpisah-pisah tempat.

"Seperti kemarin ada informasi bahwa salah satu pasangan calon masih ada yang blusukan ke pasar, sementara tim suksesnya bergerak ke perkampungan hadiri undangan masyarakat yang berskala kecil. Bukan acara besar," tambah Dodi.

Menurutnya, kampanye daring sangat dianjurkan karena sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) baru menyesuaikan kondisi pandemi corona.

Jika masih dilakukan secara tatap muka, lanjut Dodi, akan sangat berisiko protokol kesehatan tak dijalankan secara ketat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X