Ditangkap Polisi Saat Konsumsi Narkoba, Oknum ASN Ini Terancam Dipecat

Kompas.com - 27/09/2020, 13:34 WIB
Tersangka Hendy oknum ASN Pemkot Prabumulih diperlihatkan pada wartawan saat press release usai tertangkap karena mengkonsumsi sabu. AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGTersangka Hendy oknum ASN Pemkot Prabumulih diperlihatkan pada wartawan saat press release usai tertangkap karena mengkonsumsi sabu.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya menyayangkan ulah dari salah satu oknum ASN-nya bernama Hendy yang ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Menyikapi hal itu, ia mengaku akan memberikan sanksi tegas jika yang bersangkutan terbukti mengonsumsi barang haram tersebut.

"Saya menyesal masih ada ASN yang mengonsumsi narkoba, padahal mau jadi ASN tidak mudah. Kita akan tunggu proses hukumnya di pengadilan, jika terbukti akan kita berhentikan," tegas Ridho, Minggu (27/9/2020).

Baca juga: ASN Ditangkap Saat Konsumsi Sabu, Dilaporkan Warga yang Resah

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Prabumulih AKP Fadilah Ermi mengatakan, Hendy ditangkap polisi saat mengonsumsi narkoba jenis sabu di salah satu rumah yang berlokasi di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari warga terkait aktivitas mencurigakan yang dilakukan pelaku di rumah tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pelaku sedang mengonsumsi narkoba dengan temannya.

"Personel kita melakukan penyelidikan dan penggerebekan dan berhasil mengamankan salah seorang oknum ASN Pemkot Prabumulih yang baru saja mengonsumsi narkotika jenis sabu, sayang satu pelaku berhasil melarikan diri dan sedang kita kejar," kata Fadilah.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai: Saya Menyesal

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak berkutik setelah polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 1,1 gram.

Hendy, kata Fadilah, mengaku sudah mengonsumsi barang haram tersebut sejak setahun terakhir.

Akibat perbuatan yang dilakukan itu, pelaku yang diketahui berprofesi sebagai ASN di UPTD Pasar Prabumulih tersebut akan dijerat Pasal 112 Undang-undang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Penulis : Kontributor Ogan Komering Ilir, Amriza Nursatria | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X