Anggota DPR: Atasi Covid-19, Kebijakan DKI dan Bodebek Harus Sama

Kompas.com - 17/09/2020, 09:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membahas tentang permintaan Suku Baduy dihapus dari peta wisata, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menilai, kebijakan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak bisa dipisahkan antara DKI Jakarta dengan Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek).

Sebab, daerah-daerah satelit itu sudah menyatu secara budaya dan lokasinya berdekatan.

Hal itu disampaikan Dedi terkait dengan perbedaan kebijakan antara Jakarta yang menerapkan PSBB, dengan Bodebek yang memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Satgas Minta Kepala Daerah Kendalikan Klaster Covid-19 dengan PSBM

 

Menurut Dedi, dikotomi warga DKI dengan Bodebek yang masuk wilayah Jabar tidak bisa dilakukan.

"Karena masyarakat yang bekerja di Jakarta itu berdomisili di Bodebek. Jadi susah didikotomikan. Warga Jakarta itu adalah warga Jabar, warga Bodebek. Warga Bodebek itu juga warga Jakarta," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, banyak warga Jakarta yang bekerja di Bodebek, bahkan sampai Purwakarta dan Karawang, yakni di wilayah industrinya. Sebaliknya orang di daerah penyangga itu juga banyak yang bekerja di Jakarta.

"Jadi susah dipisah. Makanya di Jabar itu yang pasti tinggi (Covid) wilayah Bodebek karena interaksinya sangat tinggi, daerah penyangga. Orang mereka kerjanya di Jakarta, lalu pulangnya ke sana (Bodebek)," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Dedi, seluruh keputusan di Jakarta dan Bodebek harus sama dan dilakukan secara bersama-sama. Tak bisa sendiri-sendiri.

Sebab, kultur tiga daerah itu sama dengan DKI Jakarta. Masalah politik, ekonomi dan pemikiran di wilayah Bodebek dipengaruhi oleh Jakarta.

Apa yang terjadi di Jakarta, maka akan terjadi pula di tiga daerah itu. Artinya baik DKI maupun Bodebek sebenarnya tak bisa terpisah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Regional
Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Regional
Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Regional
Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Regional
Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Regional
Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Regional
Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Regional
RS Swasta di Pontianak Diminta Tak Rujuk Pasien yang Baru Terindikasi Covid-19

RS Swasta di Pontianak Diminta Tak Rujuk Pasien yang Baru Terindikasi Covid-19

Regional
Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Regional
573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

Regional
Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Regional
Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X