Paguyuban Pesepeda Bogor: Rombongan yang Masuk Tol adalah Pesepeda Musiman, Tak Paham Aturan.

Kompas.com - 16/09/2020, 15:25 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Rombongan pesepeda yang masuk ke Jalan Tol Jagorawi tepatnya di kilometer 46 Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinilai telah merusak citra buruk komunitas sepeda.

Hal itu membuat Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR) mengecam keras aksi 7 orang pesepeda yang nekat melawan arah di jalan tol tersebut.

"Terus terang saja kami tersinggung dengan perilaku oknum pesepeda yang masuk ke jalan tol di daerah Ciawi itu. Mereka sudah merusak citra baik komunitas yang selama ini dijaga dengan baik," kata Ketua PPBR Hidayat Sabar saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Terungkapnya Alasan Rombongan Pesepeda Masuk Tol Jagorawi, Mengaku Lelah hingga Tak Fokus...

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1 disebutkan bahwa jalan tol hanya diperuntukan bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Ia pun sangat menyayangkan sikap pesepeda yang menggunakan jalan tol karena sudah membahayakan pengguna jalan lainnya.

Dia menyebut bahwa perbuatan rombongan pesepeda tersebut bukan tidak mungkin akan ditiru oleh orang lain ke depannya.

Sehingga ia meminta agar oknum tersebut beriktikad baik dengan membuat permintaan maaf secara tertulis kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus komunitas pesepeda.

Baca juga: Salah Satu Pesepeda yang Masuk Tol Jagorawi Mengaku Tak Melihat Rambu

"Jadi namanya jalan tol bukan untuk roda 2 apalagi sepeda kecepatannya rendah. Alangkah bahayanya di jalan tol banyak kendaraan kecepatan tinggi, terus ada pesepeda nyebrang, sudah gitu contra flow di jalur bebas hambatan lagi," ujar dia.

"Mungkin basic mereka itu pesepeda musiman sehingga dia sendiri tidak tahu aturan di jalan raya seperti apa dan bagaimana harusnya gowes pakai aturan. Pesepeda musiman ini asal bablas aja enggak pakai otak," imbuh dia.

Fenomena ini terjadi sejak memasuki normal baru, lanjut dia, sebab tren bersepeda semakin diminati masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Namun sayangnya tak sedikit pengguna sepeda atau pegowes ini hanya berorientasi pada gengsi bukan substansi bersepeda itu sendiri.

Untuk paham sopan santun di jalan saja mereka tidak mengerti karena sudah tidak lagi melihat tujuan bersepeda.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.