Selisih 2 Tahun Mendaftar, Slamet Tetap Bisa Berangkat Haji Bersama Ibunya

Kompas.com - 14/09/2020, 14:31 WIB
Slamet dan ibunya menunjukkan surat pendaftaran haji. L. Hidayat for KOMPASSlamet dan ibunya menunjukkan surat pendaftaran haji.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Keinginan Slamet Effendy untuk berangkat haji bersama ibunya terkabul. Slamet yang berprofesi sebagai pengamen itu menabung selama 10 tahun untuk mendaftarkan ibunya, Atmina.

Setelah mengumpulkan uang hasil mengamen setiap hari, Slamet mendaftarkan ibunya pada 2018.

Sedangkan dirinya mendaftar haji pada Kamis (3/9/2020) di Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Slamet diantar tetangganya, Yuyun Wahyuni.

Hal itu membuat Slamet tak bisa berangkat haji bersama ibunya. Namun, Kementerian Agama memastikan Slamet bisa berangkat bersama ibunya.

“Jadi keberangkatan Slamet bisa dimajukan, untuk mendampingi ibunya. Keinginan Slamet bisa diwujudkan,” kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/9/2020). 

Baca juga: Kisah Pengamen Berhasil Biayai Ibunya Naik Haji, Slamet: Saya Nabung 10 Tahun

Sesuai regulasi Atmina berangkat ke Tanah Suci sekitar 28 tahun lagi atau pada 2048. Sementara Slamet pada 2050.

Namun, Bahtiar belum tahu secara pasti jadwal keberangkatan Atmina. Sebab, saat mendatangi Kantor Kemenag, Atmina tak membawa surat keterangan porsi haji.

Meski begitu, Bahtiar menjamin bisa mengupayakan Slamet berangkat bersama ibunya. Hal itu diperbolehkan karena Slamet adalah mahrom dari ibunya.

Suami Atmina atau ayahnya Slamet telah meninggal. Sehingga, Slamet berhak mendampingi Atmina. 

Hanya saja, Bahtiar tak bisa menjamin keberangkatan Slamet dan ibunya ke Tanah Suci lebih cepat dari jadwal.

 

Sebab, Atmina yang berusaia 57 tahun belum masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) atau prioritas.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019, yang masuk kategori lansia adalah pendaftar haji berusia 65 tahun ke atas.

Sehingga, Bahtiar tak bisa menjamin keberangkatan haji Atmina dan Slamet dipercepat.

“Kalau daftar haji sekarang dan dapat nomor porsi, serta tidak masuk kategori lansia, berangkatnya 29-30 tahun lagi,” ujar Bahtiar.

Baca juga: Kisah Cinta Slamet pada Ibunya, Ngamen dan Kumpulkan Rp 20.000 Per Hari untuk Daftarkan Haji

Kepala Kemenag takjub

Bahtiar mengaku takjub dengan niat mulia Slamet. Menurutnya, kegigihan Slamet sangat luar biasa.

Niat untuk memberangkatkan orangtua ke Tanah Suci mengalahkan segalanya. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Slamet bisa mendaftar haji untuk dirinya dan membiayai ibunya.

Bahtiar sangat mendukung upaya Slamet yang menabung sebesar Rp 25.000 setiap hari. Hal ini, kata Bahtiar, harus menjadi contoh bagi orang lain.

“Slamet orang tak punya, tapi dia punya tekad kuat tiada tara. Patut dicontoh kita semua,” tutup Bahtiar.

 

Sebelumnya diberitakan, Slamet Effendy, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menabung 10 tahun untuk berangkat haji bersama ibunya.

Slamet dan ibunya, Atmani, sudah mendaftar ke Kementerian Agama setempat dan sudah mendapatkan nomor porsi.

Baca juga: Cerita Slamet Berhasil Daftar Haji Bersama Ibu, Uang dari Hasil Ngamen dan Ditabung Selama 10 Tahun

"Saya nabung 10 tahun, Pak. Tiap hari nabung ke ibu Rp 20.000-25.000. Tabungannya disimpan ibu. Kalau sudah banyak, uang recehan ditukar ke toko. Oleh ibu disimpan di tas kresek dan disimpan di rumah sampai banyak," kata Slamet, dengan bahasa Madura, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

Slamet mengaku ngamen dan mangkal di pintu tol keluar Leces Pasuruan-Probolinggo (Paspro).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Meninggal dengan Luka Lebam, Bocah 7 Tahun Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Terbongkar Saat Akan Dimakamkan

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia di Hutan Probolinggo, Berawal dari Warga Bersihkan Lahan

Regional
2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X