"40 Hari, Dia Tidur di Atas Jenazah Istri yang Dikubur di Bawah Tempat Tidurnya"

Kompas.com - 13/09/2020, 05:45 WIB
Polres Indramayu, Jawa Barat, saat mengevakuasi jenazah J. Kompas.com/ALWIPolres Indramayu, Jawa Barat, saat mengevakuasi jenazah J.

KOMPAS.com- Seorang suami di Indramayu, Jawa Barat berinisial M (70) tega membunuh istrinya sendiri, J (65).

Usai dibunuh M menguburkan mayat J di bawah tempat tidur.

Mirisnya, pelaku justru tidur di atas kuburan istri di bawah ranjangnya.

"Selama 40 hari juga, pelaku sering tidur di atas jenazah istrinya yang dia kubur di bawah tempat tidurnya," kata Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Sempat Tak Mengenali Istri, Suami Bacok Wajah Korban Pakai Cangkul

Kesal dimintai uang, cekik istri hingga tewas

Ilustrasi uangKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang
Suhermanto menjelaskan, pembunuhan tersebut berawal masalah ekonomi.

M yang bekerja sebagai petugas keamanan kampung merasa kesal lantaran istrinya sering meminta uang padanya.

Sesaat sebelum kejadian, korban meminta uang sebesar Rp 150.000 pada pelaku.

Menurut keterangan pelaku, dirinya sempat diminta pergi dari rumah lantaran tak memiliki uang.

"Pelaku itu sempat diusir karena tidak mempunyai uang. Diduga karena kesal kepada korban, dia emosi dan langsung mencekiknya kemudian meninggal," kata Kapolres.

Baca juga: Kubur Istri di Bawah Tempat Tidur, Lansia Terancam Dipenjara 15 Tahun

 

Polres Indramayu Jawa Barat, saat melakukan olah TKP. Kompas.com/ALWI Polres Indramayu Jawa Barat, saat melakukan olah TKP.
Dikubur di bawah ranjang, beralasan istri ke luar kota

Panik setelah mengetahui istrinya tewas, M lalu menggali lubang di bawah tempat tidurnya dengan menggunakan cangkul.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan jejak.

M sempat mendapatkan pertanyaan dari warga lantaran istrinya tak terlihat sekitar lebih dari sebulan.

Kepada warga, M mengaku istrinya sedang ke luar kota untuk bekerja.

Padahal selama 40 hari, pelaku kerap tidur di atas jenazah istrinya sendiri di bawah ranjangnya.

Baca juga: Kronologi Buaya 15 Meter Terdeteksi di Nunukan, Posisi Menghadap Kapal Nelayan

Didatangi warga

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.
Warga yang tak percaya begitu saja dan curiga, kemudian menggeruduk rumah M.

Pasalnya selama berhari-hari, mereka mencium bau busuk menyengat dari rumah M.

"Kejadian ini diketahui warga beserta RT mendatangi rumah tersebut. Setelah warga curiga bau menyengat di dalam kamar, kemudian mereka bersama-sama membongkar dan ditemukan mayat di dalamnya," kata Suhermanto.

Jenazah pun dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu untuk divisum.

Baca juga: Minta Anies Konsultasi dengan Pusat soal PSBB, Ridwan Kamil: Hampir Rp 300 Triliun Lari gara-gara Statement

ilustrasi penjara(Shutterstock)KOMPAS.COM/HANDOUT ilustrasi penjara(Shutterstock)

Terancam 15 tahun penjara

Polisi melakukan penyelidikan. Kecurigaan mengarah ke M karena jawabannya tak konsisten ketika dimintai keterangan.

M pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa lima orang saksi.

Kini, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kata Suhermanto, pelaku dijerat Pasal 44 Ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan atau Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Majalengka, Mohamad Umar Alwi | Editor : Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

Regional
Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Regional
Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Regional
Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Regional
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X