Mengenal Baksi, Harimau "Kurus" yang Videonya Viral di Medsos, Ternyata Beratnya 103 Kg

Kompas.com - 09/09/2020, 12:42 WIB
Baksi, harimau sumatera di Maharani Zoo dan Goa Lamongan yang videonya sempat viral. KOMPAS.COM/istimewaBaksi, harimau sumatera di Maharani Zoo dan Goa Lamongan yang videonya sempat viral.

KOMPAS.com - Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Gresik Wiwid Widodo telah mengamati langsung harimau sumatera yang terlihat kurus di Maharani Zoo dan Goa Lamongan.

Wiwid dan tim datang bersama dokter dari Wild Rescue Unit (WRU) dan tim dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

Selain itu, terdapat perwakilan dari Badan Koordinasi Wilayah yang diperintahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak untuk memantau langsung kondisi harimau sumatera itu.

Menurut Wiwid, pengamatan itu dilakukan sampai malam hari. Mereka menimbang hewan sumatera yang bernama Baksi itu.

Setelah diamati, harimau bernama Baksi itu tak kurus seperti terlihat dalam video yang viral di media sosial.

"Harimau sumatera atas nama Baksi itu tidak kurus, tidak kekurangan gizi juga. Kita juga sudah cek, tidak ada riwayat sakit. Kedua, rekam pemberian nutrisi juga normal," kata Widodo saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Baca juga: BKSDA: Harimau Sumatera Bernama Baksi Itu Tidak Kurus, Tidak Kekurangan Gizi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim dari BKSDA mencocokkan penampakan tubuh Baksi berdasarkan body conditioning scoring (BCS). Pencocokan itu dilakukan untuk mengetahui hewan tersebut masuk dalam kategori kurus, ideal, gemuk, atau overweight.

"Kalau Baksi masih masuk dalam level ideal. Jadi garis up dominan dengan paha belakang itu masih lurus. Kalau cekung tarik ke atas itu baru kurus, kalau gelambir ke bawah overweight," kata Widodo.

Setelah ditimbang, berat badan Baksi mencapai 103 kilogram. Menurut Widodo, berat badan itu sesuai standar harimau sumatera dewasa.

"Hasil penelitian, berat untuk harimau sumatera dewasa itu berkisar 100-140 kilogram standarnya," tutur Widodo.

Berumur 15 tahun

Berdasarkan data yang diperoleh, Baksi lahir pada 2005 dan telah berumur hampir 15 tahun.

Menurut Widodo, harimau sumatera di alam bebas bisa bertahan hidup hingga 15-18 tahun.

"Artinya, usia Baksi sudah tua. Kalau usia sudah tua dia bisa mengikuti berat badan di angka 100-140 kilogram, berarti masih cukup bagus dong," kata dia.

Tim BKSDA Wilayah Jatim II juga sempat membandingkan Baksi dengan harimau benggala yang memiliki ukuran lebih besar.

Perwakilan dari Maharani Zoo dan Goa Lamongan, saat menerangkan kondisi Baksi, harimau sumatera yang videonya sempat viral.KOMPAS.COM/istimewa Perwakilan dari Maharani Zoo dan Goa Lamongan, saat menerangkan kondisi Baksi, harimau sumatera yang videonya sempat viral.

Tim mengambil video dan foto harimau benggala tersebut dari atas, seperti video Baksi yang sempat viral di media sosial.

"Sudah coba ambil gambar seperti yang di video, dari atas, coba kita bandingkan dengan harimau benggala yang besar. Sama, kelihatan sama-sama kurus, kelihatan ramping kalau dari atas," kata Widodo.

Baca juga: Harimau Kurus dan Perut Kempis di Kebun Binatang, Polisi: Tidak Sekurus di Video

Widodo tak menyalahkan pengunjung yang merekam dan mengunggah video Baksi sebelumnya. Bagi Widodo, video itu sebagai koreksi untuk pemerintah dan petugas di lembaga konservasi.

Widodo yakin pengunggah video itu tak berpikir jauh bahwa unggahannya diperbincangkan publik. Ia berharap video itu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak.

"Karena yang bersangkutan tidak tahu, kalau diambil dari atas semua tampak kurus dan sebagainya. Wong dia ambil gambar dan di-posting biasa, enggak ada tendensi apa-apa sepertinya," kata Widodo.

Dirawat di kandang khusus

Menurut Widodo, manajemen Maharani Zoo dan Goa Lamongan telah merawat satwa dengan baik. Pemberian vitamin, pakan, dan nutrisi dilakukan secara rutin.

"Tapi, dengan kondisi usia (Baksi) yang tua, harusnya sudah tidak bisa dipertontonkan. Ya kalau masyarakat paham jika hewan itu usianya sudah tua, kalau enggak paham kan dianggap kurus," lanjut dia.

Maharani Zoo dan Goa Lamongan diminta menyediakan kandang perawatan khusus untuk hewan yang telah tua seperti Baksi.

"Kemarin sudah kami sarankan agar ada area khusus untuk perawatan lebih intensif bagi satwa-satwa yang sudah tua. Tidak hanya harimau lho, tapi semua hewan yang sudah tua," kata Widodo.

Baca juga: Perjalanan Konflik Bupati Faida dan DPRD Jember, Berujung Sanksi Tak Terima Gaji dari Khofifah

Tangkapan layar dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ndorobei.tangkapan layar Tangkapan layar dalam video yang diunggah oleh akun instagram @ndorobei.

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seekor harimau yang terlihat kurus di sebuah kebun binatang viral di media sosial. Bagian perut harimau itu terlihat mengempis seperti kekurangan makan.

Video berdurasi 13 detik itu diunggah akun Instagram @ndorobei. Dalam video itu terlihat seekor harimau kurus berjalan di kandang sebuah kebun binatang di Kabupaten Lamongan.

(KOMPAS.com - Kontributor Gresik, Hamzah Arfah)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.