Dapat Bantuan dari Jokowi dan Wawali Semarang, Mbah Ginem Kembali Tersenyum

Kompas.com - 07/09/2020, 05:37 WIB
Waginem (65) bersama kakak kandungnya Sutarmi (70) saat ditemui di rumahnya di Jalan Setiyaki Baru 2  RT 6 RW 8 Bulu Lor Semarang Utara. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWaginem (65) bersama kakak kandungnya Sutarmi (70) saat ditemui di rumahnya di Jalan Setiyaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor Semarang Utara.

SEMARANG, KOMPAS.com - Waginem (65) korban penipuan bermodus borong dagangan di wilayah Semarang, Jawa Tengah, kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, kejadian yang menimpa nenek penjual nasi keliling itu telah menggugah simpati para dermawan di Kota Semarang.

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya yang kecil dan sederhana, raut mukanya tampak sangat lelah, tapi senyum kegembiraan tersungging di sudut bibirnya.

Baca juga: Kisah Pilu Mbah Ginem, Dagangan dan Dompet Dibawa Kabur Orang, Bingung Mikir Setoran

Mbah Ginem, sapaan akrabnya, berkata pada Minggu (6/9/2020) pagi kedatangan seorang pejabat publik dari Pemerintah Kota Semarang.

Saat itu, dia sempat bingung karena banyak orang-orang yang mendatanginya, beberapa ada yang meminta foto bersama.

"Tadi ada Bu Lurah, Pak RW, Bu RW, tiyang katah wau (orang banyak tadi). Kalihan Bu Ita (Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu) kulo diparingi bantuan sembako kalihan arta kangge modal sadeyan malih (saya diberikan bantuan sembako dan uang buat modal jualan lagi)," kata Mbah Ginem, Minggu.

Nenek lima cucu ini tidak menyangka bakal diberi bantuan oleh Wakil Wali Kota Semarang.

"Perasaannya senang saget sadeyan melih saget bayar utang, bayar rumah kontrakan," ucapnya penuh haru.

Baca juga: Mbah Ginem Menangis, Nasi Bungkus dan Dompetnya Ludes Dicuri Saat Jualan Keliling

Tak hanya itu, Mbah Ginem mengatakan ada utusan Presiden Joko Widodo yang juga sempat bertandang ke rumahnya untuk memberikan bantuan.

"Enten saking Pak Jokowi bantuan sembako kalihan arta," katanya dengan wajah bahagia.

Waginem (65) seorang nenek penjual nasi keliling menjadi korban penipuan oleh wanita misterius yang berpura-pura ingin memborong dagangannya pada Jumat (4/9/2020).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Waginem (65) seorang nenek penjual nasi keliling menjadi korban penipuan oleh wanita misterius yang berpura-pura ingin memborong dagangannya pada Jumat (4/9/2020).
Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan.

"Matur sembah nuwun sedaya. Enten sing bantu kulo terimo nampi. Mugi dibales kalihan sing kuoso. (Terima kasih banyak semuanya ada yang bantu. Saya terima. Semoga dibalas sama Yang Kuasa)," ujarnya.

Dalam usia senjanya, Mbah Waginem mengaku akan lebih berhati-hati untuk berjualan lagi keesokan harinya.

Baca juga: Kisah Pilu Mbah Ginem, Dagangan dan Dompet Dibawa Kabur Orang, Bingung Mikir Setoran

Dia berharap kejadian yang dialaminya itu tidak terulang lagi dan tidak memakan korban lainnya.

"Insyaallah ngenjang mulai sadeyan malih luwih ngati-ati, mboten mbaleni malih. Mugi-mugi mboten enten korban malih (Insya Allah besok mulai jualan lagi lebih hati-hati, tidak terulang lagi. Semoga tidak ada korban lagi)," harapnya.

Sebelumnya, Waginem (65) seorang nenek penjual nasi keliling menjadi korban penipuan oleh perempuan misterius yang berpura-pura ingin memborong dagangannya pada Jumat (4/9/2020).

Dagangan sebanyak 70 bungkus nasi dengan total seharga Rp 200.000 dan uang senilai Rp400.000 dibawa kabur pembeli.

Padahal, sehari dia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 50.000- Rp60.000 untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Waktu itu kan kejadiannya di PKL daerah banjir kanal barat. Saya berjalan kaki keliling dari jam 6 sampai jam 11 masuk ke kampung-kampung daerah Poncowolo. Setelah kejadian diantar tetangga pulang ke rumah," akunya.

Baca juga: Mbah Ginem: Saya Nangis, Dagangan Belum Dibayar Sudah Dibawa Kabur Orang

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah dialami oleh seorang nenek penjual jajanan pasar keliling Mbah Khotimah (70) yang tinggal di Jalan Jangli IV RT 3 RW 9 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candi Sari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X