Balita Itu Terjebak dan Tewas di Tengah Kobaran Api...

Kompas.com - 06/09/2020, 07:45 WIB
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda saat mengevakuasi korban kebarakan di Gang Belimbing, RT 01, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim, Jumat (4/9/2020). Dok. Dinas Pemadam Kebakaran SamarindaTim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda saat mengevakuasi korban kebarakan di Gang Belimbing, RT 01, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim, Jumat (4/9/2020).

KOMPAS.com- Seorang balita, Fb (4) tewas dalam kebakaran di rumahnya, Samarinda, Kalimantan Timur.

Fb terjebak di dalam rumahnya dan tidak berhasil menyelamatkan diri.

"Korban tak bisa selamat karena terjebak, api sudah membesar,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Nursan, kepada Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

Baca juga: Terjebak Dalam Rumah, Bocah 4 Tahun Tewas Saat Kebakaran di Samarinda

Bakar tiga rumah

Ilustrasi kebakaranSHUTTERSTOCK Ilustrasi kebakaran
Peristiwa terjadi di Jalan Lempake Tepian, Gang Belimbing, RT 001, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Jumat (4/9/2020) pukul 22.50 Wita.

Api diduga muncul dari ruang tengah rumah tersebut pada malam hari.

Belum diketahui penyebab munculnya api.

Api dengan cepat membesar dan meludeskan rumah.

Tak hanya rumah keluarga Fb, dua rumah di sampingnya turut terbakar.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Duren Sawit, Diduga karena Penghuni Lalai Saat Memasak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X