Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Sejumlah Sekolah di Jabar Gagal Gelar KBM Tatap Muka

Kompas.com - 02/09/2020, 17:55 WIB
Ilustrasi sekolah. ShutterstockIlustrasi sekolah.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat wacana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di zona hijau sejumlah daerah.

Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat jumlah sekolah tingkat SMA/SMK yang diperbolehkan menggelar KBM tatap muka berkurang dari 71 sekolah menjadi 50 sekolah. Hal itu disebabkan adanya temuan kasus baru Covid-19 di daerah zona hijau.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, awalnya terdapat sejumlah sekolah di Kota Cimahi dan Kabupaten Majalengka yang sudah siap menggelar KBM tatap muka, namun urung dilakukan karena guru yang akan mengajar terkonfirmasi positif Covid-19 lewat tes usap.

Baca juga: Kota Pontianak Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan

"Contoh Cimahi melaporkan dari 3.000 yang akan dites, baru 200-an sekian yang dites, dan sudah ada 13 guru yang terpapar positif Covid-19. Maka rencana Cimahi di zona hijaunya itu kita batalkan," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Rabu (2/8/2020).

Langkah itu, kata Emil, menjadi parameter keputusan tentang pembukaan kegiatan belajar tatap muka di tiap daerah.

"Nah inilah yang kami maksud, semua keputusan harus berdasarkan parameter yang terukur, pada saat keterukurannya gagal maka risiko itu kita berhentikan, dan kita tidak izinkan tapi kepada yang masih mungkin kita akan monitor terus," tambahnya.

Baca juga: Pemprov DIY Akan Mulai Pembelajaran Tatap Muka Pertengahan September

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) Dedi Supandi mengatakan, penurunan jumlah sekolah yang boleh melakukan KBM tatap muka mulai terjadi dalam dua pekan terakhir menyusul adanya temuan kasus baru.

"Kestabilan dari zonasi hijau di kecamatan yang terdapat kasus ini juga sama menurunya dari 228 kecamatan, sekarang tinggal 190-an," kata Dedi.

Sebelumnya, KBM tatap muka mulai dibuka kembali pada 18 Agustus yang lalu di wilayah dengan zona hijau, pembukaan sekolah pun dilakukan secara bertahap dengan menimbang fasilitas pencegahan Covid-19 dan konektivitas internet di sekolah tersebut.

"Kemarin itu kan ada 71 sekolah, dari 71 sekolah itu ada yang sudah mendapatkan rekomendasi gugus tugas dari pemerintah setempat, dan ada juga yang belum mendapatkan rekomendasi. Ada juga yang sudah melaksanakan swab test bagi pengajarnya, dan ada juga yang belum. Jadi 71 yang diizikan itu, pembukaanya paralel," ujar Dedi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Regional
Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Regional
Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X