Detik-detik Riswanto Dikira Kancil dan Ditembak Temannya hingga Tewas, Sempat Berteriak dan Pegangi Leher

Kompas.com - 29/08/2020, 05:45 WIB
Ilustrasi senjata api. ShutterstockIlustrasi senjata api.

KOMPAS.com - Seorang pemburu di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, bernama Sabirin (46) menembak rekannya sendiri, Riswanto, Rabu (26/8/2020).

Sabirin mengira rekannya tersebut adalah kancil yang tengah bersembunyi di semak-semak.

Sebelum tewas tertembak, Riswanto sempat berteriak sembari memegangi lehernya yang berlumuran darah.

"Pelaku ini sudah sering berburu bersama korban. Ketika itu, ia mengaku melihat kancil, tapi tak sadar ternyata yang ditembak adalah temannya sendiri," kata Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Pangihutan Manalau.

Baca juga: Berburu Kancil, Pemburu Tak Sadar Tembak Teman Sendiri hingga Tewas

Sedang berburu kancil

Lukisan kegiatan berburuLivescience Lukisan kegiatan berburu
Dia mengemukakan, awalnya Sabirin dan Riswanto tengah berburu kancil. Keduanya memang biasa melakukan aktivitas berburu bersama.

Saat kejadian, mereka berburu di Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Rabu (26/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kemudian keduanya berpencar untuk mencari kancil.

Saat melanjutkan perburuan, Sabirin seperti melihat kancil masuk ke semak-semak.

Ia sama sekali tak menyadari bahwa sosok itu adalah rekannya sendiri.

Baca juga: Cerita Guru, PNS, hingga Polisi Berburu Uang Kertas Pecahan Rp 75.000

Ilustrasi jenazahBBC Ilustrasi jenazah

Tertembak di bagian leher, sempat berteriak

Sabirin pun mengarahkan senjata laras panjang rakitan yang ia bawa ke arah semak-semak. Ia kemudian menembak target yang ia kira adalah seekor kancil.

Namun, tiba-tiba Sabirin mendengar teriakan rekannya.

Ia lalu melihat Riswanto memegangi lehernya yang berlumuran darah lantaran tertembak.

"Korban meninggal di tempat karena luka tembak di leher," ujar dia.

Baca juga: Bunuh Satu Keluarga Kawannya Sendiri dengan Pisau Dapur, Polisi: Pelaku Tidak Menyesal

Terancam 10 tahun penjara

Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara
Sabirin yang terkejut karena menembak rekan berburunya kemudian mengabarkan kejadian itu ke pihak keluarganya.

Ia ditangkap beserta barang bukti senjata api laras panjang yang dipakainya berburu.

Sabirin kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia diancam penjara 10 tahun dan dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang tewas.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Aprilia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X