Jokowi Minta Aceh Perketat Protokol Kesehatan, Ini Alasannya

Kompas.com - 25/08/2020, 21:14 WIB
Foto dok Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden. Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung banpres produktif kepada dua ratus pelaku usaha mikro di Aceh dalam kunjungan kerjanya, Senin (25/08/2020). KOMPAS.COM/TEUKU UMARFoto dok Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden. Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung banpres produktif kepada dua ratus pelaku usaha mikro di Aceh dalam kunjungan kerjanya, Senin (25/08/2020).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

Menurut Jokowi, jumlah kasus di Aceh masih sedikit dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

“Laporan saya terima terkonfirmasi kasus positif Covid-19 berjumlah 1.241 kasus. Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-back up betul yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan,” kata Jokowi saat melakukan peninjauan Posko Penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Aceh, Senin (25/8/2020).

Baca juga: Seorang PNS di Aceh Timur Mencuri Puluhan Ponsel, Begini Modusnya

Menurut Jokowi, disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan kunci dalam upaya meminimalisasi paparan Covid-19, sebelum pemerintah melakukan vaksinasi secara massal yang ditargetkan pada awal Januari 2021 mendatang. 

Saat ini, Indonesia telah mendapatkan komitmen 290 juta vaksin Covid-19 dari Uni Emirat Arab dan China. 

“Insya Allah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab dan China, totalnya ada 290 juta vaksin. Sebagian besar nanti diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar negeri,” kata Jokowi.

Baca juga: Sedang Berduka, Ahok Teringat Bekal dari Kakek Saat Pertama Merantau

Jokowi mengingatkan bahwa ancaman Covid-19  belum berakhir, sehingga mengharuskan manajemen krisis terus dilakukan di setiap unit.

Apabila pemerintah daerah ingin membuka sebuah wilayah atau sektor, Presiden menegaskan agar terlebih dahulu dilakukan tiga hal, yakni prakondisi, penentuan waktu, dan penentuan sektor prioritas.

"Kalau ini secara ketat kita kerjakan, insya Allah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian bisa hilang," kata Jokowi.

Baca juga: Wanita yang Mengusap Wajah dengan Air Liur Jenazah Covid-19 Dites Swab

Jokowi berpesan agar angka positif Covid-19 di Aceh bisa dikendalikan dengan menerapkan sejumlah strategi berbasis lokal yang dinilai paling efektif.

Hal tersebut bedasarkan pengalaman sebelumnya di beberapa provinsi lain.

“Strategi yang paling pas diberlakukan intervensi berbasis lokal. Mulai PSBB di tingkat gampung atau desa, kabupaten, kota, itu yang paling gampang untuk dikelola manajemennya," kata dia.

Presiden Joko Widodo dan rombongan melakukan kunjungan kerja sehari ke Provinsi Aceh.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X