Tuntutan Karyawan yang Demo di Tembagapura Disetujui, Ini Penjelasan PT Freeport

Kompas.com - 25/08/2020, 20:37 WIB
Sekelompok karyawan yang bekerja di area PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, demo dan memblokade jalan tambang di Mile 72, Senin (24/8/2020). ISTIMEWASekelompok karyawan yang bekerja di area PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, demo dan memblokade jalan tambang di Mile 72, Senin (24/8/2020).

TIMIKA, KOMPAS.com - VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia (PTFI) Riza Pratama mengatakan, tuntutan pekerja di Tembagapura, Mimika, Papua, sudah disetujui manajemen.

Tuntutan itu disetujui setelah dilakukan pertemuan antara manajemen PTFI dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, di salah satu hotel di Jalan Cenderawasih, Kota Timika, Selasa (25/8/2020).

Menurut Riza, para karyawan PTFI dari Tembagapura yang libur bisa berkunjung ke Timika dan melakukan rapid test Covid-19 sebagaimana protokol PTFI.

Kemudian, saat para karyawan tiba di Terminal Gorong-Gorong, Kota Timika, hanya dilakukan pengecekan suhu tubuh.

"Tidak lagi PCR sebagaimana protokol sebelumnya," kata Riza dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa malam.

Baca juga: Cerita Agustinus, Anak Asal Papua di Uang Rp 75.000, Dipotret Saat Sakit Malaria

Dalam waktu enam minggu, kata Riza, 4.800 karyawan yang belum berkesempatan cuti sejak April 2020, akan diberikan prioritas untuk didaftarkan dalam pengaturan penyesuaian jadwal cuti dan rotasi.

Karyawan yang bekerja selama pandemi Covid-19 juga akan mendapatkan apreasiasi dari perusahaan.

"Manajemen akan memberikan penghargaan finansial kepada para pekerja tersebut," ujar Riza.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok karyawan yang bekerja di area PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua, berdemonstrasi dan memblokade jalan tambang di Mile 72, Senin (24/8/2020).

 

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kompas.com, aksi ini dilakukan sejak pukul 03.15 WIT dini hari.

Sekelompok karyawan ini meminta agar manajemen memperhatikan kinerja karyawan dengan memberikan insentif.

Hal ini dikarenakan, semenjak masa pandemi Covid-19 selama kurang lebih enam bulan, mereka tetap bekerja dan tidak diperbolehkan turun ke Kota Timika.

Baca juga: Bupati Mimika: Tuntutan Karyawan Freeport yang Demo di Tembagapura Disetujui

Kapolsek Tembagapura Ipda Eduard Edison mengatakan, selain itu demonstran juga meminta manajemen bisa membuka kembali akses bus scheduled day off (SDO) agar karyawan bisa turun dari Tembagapura ke Kota Timika untuk bertemu keluarga.

"Jadi mereka minta kepastian bus SDO kapan bisa berjalan lagi. Dan ini memang aspirasi yang sebelumnya mereka sampaikan ke manajamen," kata Ipda Eduard ketika dihubungi Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X