Hadapi Libur Panjang, di Kawasan Puncak Ada Rekayasa Lalu Lintas, Protokol Kesehatan Diperketat

Kompas.com - 21/08/2020, 09:10 WIB
Petugas gabungan check poin 1 Seger Alam Puncak Cianjur memutar balik kendaraan dari arah Bogor yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur, Kamis (28/5/2020). KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPetugas gabungan check poin 1 Seger Alam Puncak Cianjur memutar balik kendaraan dari arah Bogor yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur, Kamis (28/5/2020).

CIANJUR, KOMPAS.com – Tingkat kunjungan wisatawan ke  kawasan Puncak Cianjur, Jawa Barat diprediksi melonjak pada momen libur panjang akhir pekan ini.

Jajaran Kepolisian Resor Cianjur pun telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut, dan potensi peningkatan volume kendaraan.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan, bersama jajaran forkopimda, telah mendatangi sejumlah hotel dan objek wisata di kawasan Puncak untuk mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung.

Baca juga: Imbas Libur Panjang, Jalur Puncak Bogor Diprediksi Padat, Polisi Akan Berlakukan Sistem One Way

“Kemarin telah kita datangi para pengelola hotel, restoran dan tempat-tempat wisata di kawasan Puncak. Mereka, kita ingatkan agar ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti kewajiban memakai masker bagi pengunjung dan aturan terkait jaga jarak aman,” tutur Rifai kepada Kompas.com dikutip dari rilis tertulis, Jumat (21/8/2020).

Selain itu, pihak pengelola juga wajib menyediakan fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau oleh pengunjung.

Ditegaskan Rifai, Langkah ini penting dilakukan mengingat banyaknya pengunjung dari luar daerah,

“Ini sebagai upaya dan langkah antisipasi jangan sampai terjadi klaster baru (penyebaran Covid-19). Lebih baik memperketat protokol kesehatan,” ujar dia.

Baca juga: Puncak Bogor Macet Parah pada Malam HUT Ke-75 RI, Taman Safari: Bukan Salah Kami

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Meilawaty mengatakan, jajarannya akan melakukan rekayasa lalu lintas di jalur Puncak secara situasional.

“Kalau terjadi kemacetan arah Bogor dan ekor kendaraan sudah sampai Pos 2 Cepu, maka akan dilakukan penutupan mulai dari kota (TMC-bundaran Tugu Lampu Gentur),” kata Mei kepada Kompas.com, Kamis (20/8/2020).

Selanjutnya, kendaraan yang hendak menuju Bogor atau Jakarta akan dialihkan ke arah Sukabumi dan jalur alternatif Jonggol.

“Petugas kita sebanyak 73 personel telah disiagakan di tiga titik urgen, di jalur Puncak, pusat kota dan kawasan Ciranjang,” ujar dia.

Mei memprediksi puncak kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak akan terjadi Sabtu (22/8/2020).

"Karena banyaknya kendaraan dari luar kota yang masuk dan juga tamu-tamu hotel yang keluar,” kata  Mei.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X