Presiden Jokowi Diberi Nama "Ama Rihi Jaka" oleh Masyarakat Sabu Raijua, NTT

Kompas.com - 18/08/2020, 18:15 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020). TRIBUNNEWS/JEPRIMAPresiden Joko Widodo mengenakan baju adat dari Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur saat memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada acara sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020).

KUPANG, KOMPAS.com - Masyarakat di wilayah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberi nama Ama Rihi Jaka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Jeke mengatakan, nama daerah diberikan setelah Presiden Jokowi memakai pakaian adat asal Sabu Raijua ketika mengikuti sidang tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Saya sudah umumkan pemberian nama kepada Presiden Jokowi dalam pidato saya pada tanggal 17 Agustus kemarin," kata Nikodemus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Menurut Nikodemus, hal yang dilakukan Presiden Jokowi itu merupakan penghargaan tertinggi bagi masyarakat Sabu Raijua.

Baca juga: Kami Bangga karena Ada Wajah Anak Kami dalam Uang Kertas Pecahan Rp 75.000

Secara tidak langsung, Presiden Jokowi juga mempromosikan hasil karya intelektual leluhur Sabu Raijua.

Presiden Jokowi, lanjut Nikodemus, telah menunjukkan kepeduliannya terhadap daerah terluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nikodemus pun memerinci nama Ama Rihi Jaka atau Jaka Muri Lai Rihi Mudde Para Mengngi yang artinya setiap makluk hidup (tumbuhan) akan selalu berkembang atau memunculkan tunas yang baru.

"Tunas itu akan selalu diberkati kesejahteraan dan kemakmuran," ujar Nikodemus.

 

Kebiasaan masyarakat Sabu Raijua, kata Nikodemus, selalu memberi nama kepada setiap orang yang dikenalnya dan yang dihargai serta dianggap saudara atau keluarga.

"Untuk itu, kami keluarga besar Kabupaten Sabu Raijua memberi nama Sabu Ama Rihi Jaka kepada Pak Jokowi," kata Nikodemus.

Nikodemus mengatakan, pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadikan dukungan dari Presiden Jokowi itu sebagai motivasi untuk terus menggali potensi yang ada.

Baca juga: Detik-detik Remaja 12 Tahun Bangkit dari Kematian, Keluarga Kaget Matanya Terbuka

Ia berharap, Sabu Raijua semakin dikenal dunia meski keterbatasan yang ada.

"Kami hanya bisa berdoa, agar Presiden Jokowi dan keluarga selalu dalam lindungan yang maha kuasa saat menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat Indonesia," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X