Kompas.com - 17/08/2020, 17:08 WIB
Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif saat diwawancara di kantornya, Kamis (13/8/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKHumas Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif saat diwawancara di kantornya, Kamis (13/8/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Satgas Covid-19 Kota Malang sudah mentracing keluarga jenazah Covid-19 yang sempat direbut dari tangan tenaga medis di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen.

Namun demikian, tim di lapangan masih belum melakukan tes Covid-19 terhadap keluarga yang sudah ditracing dengan pertimbangan kondisi psikologis.

"Tracing sudah dilakukan oleh teman-teman Puskesmas wilayah Kedung Kandang terhadap keluarga inti (yang satu rumah). Tracing dimulai hari Selasa (11/8/2020) secara bertahap mengingat kondisi psikologis keluarga," kata Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Mu'arif melalui pesan singkat, Senin (17/8/2020).

Dari hasil tracing, kata dia, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan rapid test.

Baca juga: Jenazah yang Sempat Direbut Warga di RS Tentara Malang Positif Covid-19

Hal ini masih menyesuaikan dengan kondisi psikologi keluarga.

Untuk sementara, pihaknya meminta pihak keluarga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Apalagi ada orang yang datang ke kediamannya untuk bertakziah.

"Edukasi juga sudah disampaikan untuk tetap berada di rumah dan memakai masker, apalagi ada pentakziah," katanya.

Berbeda dengan warga yang merebut jenazah secara langsung dari tangan tenaga medis di RS Tentara Soepraoen.

Petugas masih belum mentracing pihak-pihak tersebut.

Padahal, dalam video yang beredar, seorang warga membuka kantong jenazah dan menciumnya.

"Itu (warga yang merebut) tracing tahap berikutnya. Harus pelan-pelan mengingat kondisi psikologis warga," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, tim dari Satgas Covid-19 Kota Malang akan melakukan tes terhadap keluarga jenazah pada Selasa (18/8/2020) besok.

"Masih ditracing, besok kita akan lakukan pergerakan," katanya saat diwawancara di Balai Kota Malang, Senin (17/8/2020).

Pada Sabtu (8/8/2020) lalu, terjadi insiden perebutan jenazah yang masih berstatus probable Covid-19 di RS Tentara Soepraoen.

Meski berhasil dicegah, sejumlah warga sempat bersentuhan langsung dengan jenazah berinisial BB itu.

Bahkan, dalam video yang beredar, seorang warga membuka kantong jenazah dan menciumnya.

Sejumlah warga lantas membawa jenazah itu sebelum akhirnya dicegah dan pemulasaraan terhadap jenazah dilakukan dengan standart protokol Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X