Viral, Video Ayah Pukul dan Tendang Anak Kandung, Diduga Ditujukan ke Sang Ibu

Kompas.com - 14/08/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi viral ShutterstockIlustrasi viral

MANADO, KOMPAS.com - Sebuah video rekaman yang mempertontonkan aksi kekerasan seorang ayah terhadap anak kandungnya di Manado, Sulawesi Utara, viral baru-baru ini dan membuat publik geram.

Video itu telah diunggah oleh beberapa akun di media sosial Facebook.

Dalam video tersebut, tampak korban memakai kaus lengan pendek berwarna oranye duduk menangis menahan sakit dan menutupi kepalanya dengan tangan.

Beberapa kali ayahnya melepaskan tendangan ke arah punggung dan kaki korban. Dia juga menyuruh anaknya untuk belajar di dapur.

Baca juga: Viral Video Pria Berkaus Polisi Atraksi di Jalan Raya, Ini Kata Kasatlantas Semarang

Korban lantas berdiri memeluk tasnya dan berjalan sambil menangis menuju dapur dan mengeluarkan buku.

Sang ayah menjadi gelap mata dan memukuli anaknya, diduga untuk ditunjukkan kepada ibu dari anak itu yang sudah tidak bersama-sama lagi dengan mereka.

Kasat Reskrim Polres Manado AKP Tommy Aruan mengatakan, untuk kasus ini sementara berproses.

Diketahui, ayah korban berinisial BP (30-an), warga Kecamatan Singkil.

"Kasus ini dilaporkan kepala lingkungan (Pala) ke polisi. Sang ayah yang diduga melakukan aksi kekerasan sudah diambil keterangan kemarin. Belum diamankan. Selesai diambil keterangan sudah kita pulangkan," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Tommy menjelaskan, yang jelas kasus ini tetap ditindaklanjuti dengan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut.

"Kita juga melibatkan unsur pemerintah dalam hal ini," ujarnya.

Dikatakannya, sesuai keterangan awal, ayah korban mengatakan apa yang dia lakukan hanya prank.

"Tapi kita tidak langsung percaya begitu saja. Kita akan analisa lewat rekaman video itu, apakah prank atau memang sengaja melakukan kekerasan," sebut Tommy.

"Kalau memang terbukti murni pidana akan penjara," tegasnya.

Ia menambahkan, polisi mendiskusikan masalah ini dengan unsur pemerintah seperti Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Sebab, ada beberapa faktor yang harus dipikirkan terkait masalah ini.

"Kalau bapaknya dipenjara, anaknya sama siapa. Soalnya ibu dari anak itu tidak ada. Semacam kaburlah," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X