Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak saat Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kompas.com - 13/08/2020, 16:23 WIB
Kawal sidang tewasnya Randi, mahasiswa gelar aksi solidaritas  di depan kantor Kejaksaan Negeri Kendari (KIKI ANDI PATI/ KOMPAS.com) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIKawal sidang tewasnya Randi, mahasiswa gelar aksi solidaritas di depan kantor Kejaksaan Negeri Kendari (KIKI ANDI PATI/ KOMPAS.com)

KENDARI, KOMPAS.com-Sidang kasus Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas tertembak dalam demonstrasi menolak revisi Undang-Undang KPK di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, ternyata sudah berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara Herman Darmawan mengatakan, persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Kamis (13/8/2020) sudah memasuki agenda pembuktian dam pemeriksaan saksi-saksi.

Jaksa dari Kejati Sultra mengikuti sidang yang dipimpin Agus Widodo secara virtual. Begitu pula Brigadir AM yang kini dalam tahanan Mabes Polri.

Baca juga: Polisi Uji Balistik Proyektil yang Tewaskan Mahasiswa UHO di Belanda dan Australia

Herman menyebut, jaksa bakal menghadirkan empat orang saksi dari kalangan mahasiswa yang ikut dalam demontrasi pada 26 September 2019 saat Randi tewas.

Mereka merupakan saksi mata yang disinyalir melihat langsung pelaku penembak Randi.

"Mereka akan mengikuti sidang secara virtual dari Kejari Kendari. Sidang berlangsung secara terbuka," ungkap Herman Darmawan dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Sebelum sidang pada hari ini, sudah ada tiga sidang lain yang digelar.  Pekan lalu, jaksa menghadirkan korban lain Putri bersama suaminya.

Putri merupakan ibu hamil yang menjadi korban peluru nyasar yang diduga ditembakan oleh Brigadir AM.

Putri sendiri tengah tertidur di rumahnya, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, tepatnya di dekat Kampus STIE 66.

Lokasi itu berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi demontrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Keluarga Almarhum Yusuf dan Randi Sambangi LPSK Minta Perlindungan

Brigadir AM didakwa melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 338, subsidair 351 ayat 3 , atau kedua pertama 359 dan 360 ayat 2 KUHP.

Jaksa menilai oknum polisi aktif dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari diduga membunuh Randi.

Pada saat yang sama, peluru brigadir AM menembus kaki ibu hamil, Putri (26) saat tidur di rumahnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Regional
Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Regional
Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Regional
Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Regional
Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Regional
Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Regional
KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

Regional
Bangun 23 Titik Super Wifi di Labuan Bajo, Menkominfo: Jangkauannya Radius 500 Meter

Bangun 23 Titik Super Wifi di Labuan Bajo, Menkominfo: Jangkauannya Radius 500 Meter

Regional
Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

Regional
Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Masih Berpikir untuk Ajukan Kasasi

Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Masih Berpikir untuk Ajukan Kasasi

Regional
Ridwan Kamil Kukuhkan Tujuh Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota

Ridwan Kamil Kukuhkan Tujuh Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota

Regional
30 Orang di Sleman Sembuh dari Covid-19, Sebagian Tenaga Kesehatan

30 Orang di Sleman Sembuh dari Covid-19, Sebagian Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X