Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Kompas.com - 08/08/2020, 18:12 WIB
Para peziarah memanjatkan doa di makam KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), di komplek pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/2/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPara peziarah memanjatkan doa di makam KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), di komplek pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/2/2020).

JOMBANG, KOMPAS.com - Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, belum membuka akses bagi para peziarah untuk memasuki kawasan makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Makam Gus Dur berada di dalam kawasan Pesantren Tebuireng, berdampingan dengan makam kakeknya, KH Hasyim Asy'ari, serta berdekatan dengan makam ayahnya, Wachid Hasyim.  

Makam Presiden keempat RI itu juga berdekatan dengan makam adiknya, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Baca juga: Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Sekretaris Pesantren Tebuireng Abdul Ghofar mengungkapkan, penutupan akses makam keluarga Pesantren Tebuireng dari peziarah masih belum dicabut.

Dengan demikian, masyarakat umum belum diizinkan untuk melakukan ziarah ke makam Gus Dur, maupun makam tokoh nasional yang dimakamkan di Kompleks Maqbaroh Masyayikh Tebuireng.

"Perlu kami tegaskan bahwa status penutupan akses makam untuk peziarah masih tetap berlaku, sesuai surat Pengasuh Pesantren Tebuireng Nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tanggal 14 Maret lalu," kata Abdul Ghofar melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (8/8/2020).

Baca juga: Tokoh Perempuan Sekaligus Bakal Calon Bupati Sukabumi Tutup Usia

Menurut dia, penegasan bahwa peziarah belum diizinkan untuk memasuki kawasan Pesantren Tebuireng perlu disampaikan, karena ada sebagian masyarakat yang menyangka akses ke makam Gus Dur sudah dibuka.

Penutupan ini demi keselamatan dan kesehatan warga Pesantren Tebuireng, juga kesehatan para peziarah.

Saat ini, Pesantren Tebuireng masih fokus pada persiapan mengaktifkan kembali kegiatan di pesantren.

"Jadi status makam masih tetap ditutup untuk peziarah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat yang hendak mendoakan Gus Dur dan masyayikh Tebuireng cukup dilakukan dari rumah masing-masing," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X