Nadine, Bayi Usia 6 Bulan yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Kompas.com - 05/08/2020, 21:14 WIB
Dengan posisi ditimang sang Ibunya, Nadine Sohaga Gulo bayi berusia 6 bulan, dengan perut membengkak hanya terkulai lemas dan meringis kesakitan menahan penyakit langka yang dideritanya dengan diagnosa  Atresia Bilier yakni bayi penderita kelainan fungsi hati, sudah 2 RSU tak mampu merawatnya dan berencana akan dibawa RSCM Jakarta dan berharapada dermawan yang mampu membantu pembiayaan pengobatan putrinya. HENDRIK YANTO HALAWADengan posisi ditimang sang Ibunya, Nadine Sohaga Gulo bayi berusia 6 bulan, dengan perut membengkak hanya terkulai lemas dan meringis kesakitan menahan penyakit langka yang dideritanya dengan diagnosa Atresia Bilier yakni bayi penderita kelainan fungsi hati, sudah 2 RSU tak mampu merawatnya dan berencana akan dibawa RSCM Jakarta dan berharapada dermawan yang mampu membantu pembiayaan pengobatan putrinya.

NIAS, KOMPAS.com – Nadine Sohaga Gulo adalah bayi perempuan yang baru berusia 6 bulan.

Nadine bersama orangtuanya tinggal di Desa Baruzo, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatea Utara.

Tak seperti bayi lainnya, Nadine hanya bisa terbaring lemah dengan kondisi perut yang membengkak.

Baca juga: Calon Mempelai Bunuh Diri Menjelang Pernikahan, Ini Dugaan Penyebabnya

UPDATE: Kompas.com menggalang dana membantu kisah Nadine sang bayi 6 bulan pengidap kelainan Hati. Sumbangkan rezeki Anda dengan klik di sini untuk donasi via Kitabisa.com

Kondisi itu terjadi akibat Nadine menderita penyakit langka yang sangat jarang ditemui.

Berdasarkan diagnosa dari dokter, Nadine mengidap Atresia Bilier, yakni bayi penderita kelainan fungsi hati.

Selama ini, Nadine hanya dirawat dengan seadanya, lantaran keluarganya tidak mampu membiayai pengobatan di rumah sakit.

Darwis Zendrato selaku pendamping keluarga mengatakan, Nadine sebelumnya didiagnosa kolestasis ekstrahepatik, atresia bilier Dd/alagille syndrome, asianotik CHD, hipoalbuminemia, dan anemia.

Baca juga: Speedboat Terseret ke Bawah Tongkang Batu Bara, 5 Penumpang Hilang

Menurut Darwis, ayah Nadine, Ivan Berkat Tama Gulo (26), sehari-hari hanya bekerja sebagai petani di ladang.

Sedangkan Ibunya bernama Ernawati Gulo (22), hanya sebagai ibu rumah tangga.

Menurut Darwis, pada April 2020 lalu, Nadine dibawa ke Puskesmas Sogaeadu dan dirawat selama 2 hari.

Kemudian setelah itu bayi Nadine dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli,  dan dirawat selama 3 hari.

"Dirawat di RSUD Gunungsitoli, namun tidak diketahui adanya penyakit dan kami disuruh pulang," kata Darwis kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Nadine sempat dibawa kembali ke rumah sakit, namun penyakitnya tidak juga diketahui.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X