Sekda Akui Sempat Ikut Sidang Paripurna Bersama Anggota DPRD Maluku yang Positif Corona

Kompas.com - 04/08/2020, 17:39 WIB
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada waratwan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis malam (2/7/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKetua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang saat memberikan keterangan kepada waratwan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis malam (2/7/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah Provinsi Maluku yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengakui sempat menghadiri rapat paripurna bersama SA, anggota DPRD Maluku yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kasrul menuturkan, ia mengikuti rapat paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Maluku yang ikut dihadiri SA pada Senin (27/7/2020) pekan kemarin.

“Justru kami paripurna itu kan ada beliau,” ungkap Kasrul, kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Selasa (4/8/2020).

Saat ini, tracing masih dilakukan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan SA.

Baca juga: Pulang dari Perjalanan Dinas, Seorang Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19

 

Apakah semua undangan maupun anggota DPRD yang hadir dalam acara tersebut akan di-tracing itu tergantung dari penilaian tim penyelidikan epidemiologi tentang seberapa erat orang-orang yang berkontak erat dengan SA. 

“Jadi tergantung kriteria, karena mereka (Tim PE) itu punya kriteria di antaranya (SA) berbicara dengan orang jarak berapa meter, pakai masker atau tidak hingga berbicara berapa lama,” sambung dia.

Ssetelah SA dinyatakan positif terpapar Covid-19, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan wawancara terhadap SA terlebih dahulu.

“Dari wawancara itu baru teman-teman tim PE ini bisa tahu kira-kira beliau ini tertular dari mana. Jadi tidak benar kalau bilang satu Sekwan itu satu kali diperiksa," ujar dia.

Sampai saat ini, tim gugus tugas belum bisa memastikan dari mana SA bisa tertular.

Hal itu baru akan diketahui setelah hasil tracing diketahui.

Baca juga: Jalan Kelok 44 Sumbar Ambles, Baru Dibuka Lagi 10 Agustus

“Kami juga belum tahu beliau dapat (tertular) dari mana apakah dari Jakarta atau dari mana, karena semua tergantung dari tracing dan wawancara dengan beliau (SA). Teman-teman di bagian PE yang lebih tahu dari penyelidikan epidemiologi," ujar dia.

Untuk proses tracing atau pelacakan sendiri, kata dia, sudah mulai berjalan.

Tracing kayaknya hari ini (sudah mulai) karena mereka sudah koordinasi dengan Sekwan. Semua potensi tapi nanti dicari siapa yang erat," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Program Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto, Kartu UMKM Keren Jadi Andalan

Program Petahana dan Adik Menaker di Pilkada Mojokerto, Kartu UMKM Keren Jadi Andalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Oktober 2020

Regional
Pria Ini Bakar 2 Bangunan Penginapan, Sebelumnya Marah-marah dan Ancam Resepsionis

Pria Ini Bakar 2 Bangunan Penginapan, Sebelumnya Marah-marah dan Ancam Resepsionis

Regional
15 Pegawai Terinfeksi Covid-19, PLN Ponorogo Tetap Buka Pelayanan

15 Pegawai Terinfeksi Covid-19, PLN Ponorogo Tetap Buka Pelayanan

Regional
Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Regional
Pilkada Mojokerto, Pasangan 'Yoni' Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Pilkada Mojokerto, Pasangan "Yoni" Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Regional
Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

Regional
Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Regional
Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Regional
Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Regional
Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Regional
Ini Program Pasangan 'Ikbar' di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Ini Program Pasangan "Ikbar" di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Regional
Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X