Gubernur Jabar Mau Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19, Ini Kata Peneliti

Kompas.com - 04/08/2020, 15:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Jabar berencana menjadi relawan uji vaksin Covid-19.

Menanggapi hal itu, Ketua tim peneliti uji vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan, tim peneliti membuka ruang kepada semua warga yang ingin menjadi relawan, termasuk para pejabat.

Namun, dengan syarat setiap relawan dalam keadaan sehat dan berusia 18-59 tahun.

Baca juga: Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Para relawan yang memennuhi syarat nantinya akan dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan.

Setelah itu, suntik calon vaksin akan dilakukan di Unpad.

"Kalau orang sehat disuntik vaksin, mau ke mana-mana juga boleh, anak-anak juga kan sudah divaksin itu jalan ke mana-mana tidak masalah. Cuma pada waktu disuntiknya harus dalam keadaan sehat," kata Kusnandi saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Selain itu, relawan diutamakan warga yang berdomisili di Kota Bandung.

Sebab, relawan tersebut akan disuntik vaksin sebanyak tiga kali.

Kemudian, relawan akan dipantau oleh tim dokter.

"Boleh bepergian, kan kita pakai telepon (proses pemantauan). Cuma dia harus orang Bandung, karena dia nanti pulang ke Bandung. Selama penelitian dia akan dipantau, diambil darah, kemudian pada akhir penelitian diambil darah lagi," kata Kusnandi.

Baca juga: Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Kusnandi mengatakan, saat ini baru ada 500 relawan yang mendaftar dari total kebutuhan 1.620 relawan untuk uji vaksin ini.

Rencananya, pada 11 Agustus 2020 akan dilakukan penyuntikan pertama.

"Sekarang masih pelatihan untuk petugas, karena tidak bisa sembarangan, ada aturannya, administrasinya harus jelas," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah akibat Gempa di Sulawesi Utara

Regional
Pemprov Maluku Terapkan Aturan Baru, Tamu di Kantor Gubernur Wajib Tes Cepat Antigen

Pemprov Maluku Terapkan Aturan Baru, Tamu di Kantor Gubernur Wajib Tes Cepat Antigen

Regional
Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Nyaris Penuh, Begini Langkah Pemkot Kupang

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Nyaris Penuh, Begini Langkah Pemkot Kupang

Regional
Antisipasi Dampak PPKM, Ganjar Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun

Antisipasi Dampak PPKM, Ganjar Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun

Regional
Lebih Sepekan PTKM, Kasus Covid-19 di DIY Melonjak, Hari Ini Bertambah 456

Lebih Sepekan PTKM, Kasus Covid-19 di DIY Melonjak, Hari Ini Bertambah 456

Regional
Hendi-Ita Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih

Hendi-Ita Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Terpilih

Regional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Wali Kota Solo: Kita Ikut Saja

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Wali Kota Solo: Kita Ikut Saja

Regional
Pengusaha yang Diduga Gelapkan Pajak Rp 2,5 Miliar di Jambi Segera Diadili

Pengusaha yang Diduga Gelapkan Pajak Rp 2,5 Miliar di Jambi Segera Diadili

Regional
9 Hari PPKM di Jatim, 1,2 Juta Warga Terjaring Operasi Yustisi, Denda Terkumpul Rp 299 Juta

9 Hari PPKM di Jatim, 1,2 Juta Warga Terjaring Operasi Yustisi, Denda Terkumpul Rp 299 Juta

Regional
RSUD Gunungsitoli Berganti Nama Jadi RSUD dr M Thomsen Nias

RSUD Gunungsitoli Berganti Nama Jadi RSUD dr M Thomsen Nias

Regional
Soal Wacana Polantas Tak Lagi Menilang dan Digantikan ETLE, Warga: Uang Tilang Aman

Soal Wacana Polantas Tak Lagi Menilang dan Digantikan ETLE, Warga: Uang Tilang Aman

Regional
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Sulut, Warga Talaud Panik hingga Lari Keluar Rumah

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Sulut, Warga Talaud Panik hingga Lari Keluar Rumah

Regional
Ganjar Setuju PPKM di Jawa Tengah Diperpanjang

Ganjar Setuju PPKM di Jawa Tengah Diperpanjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X