Purbalingga Siapkan Atlet E-sport untuk Berlaga di SEA Games 2021

Kompas.com - 03/08/2020, 15:49 WIB
Bupati Purbalingga, Jaw Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi berfoto bersama puluhan komunitas penghobi esport lokal, Minggu (2/8/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIBupati Purbalingga, Jaw Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi berfoto bersama puluhan komunitas penghobi esport lokal, Minggu (2/8/2020).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi mulai bergerak membina bibit muda atlet olahraga elektronik (e-sports).

Bupati yang disapa Tiwi ini yakin atlet e-sports lokal Purbalingga dapat bersaing dalam penjaringan hingga bergabung dalam tim nasional untuk berlaga di SEA Games 2021 di Vietnam.

Tiwi yakin atlet Esports lokal Purbalingga dapat bersaing dalam penjaringan hingga bergabung dalam tim nasional untuk gelaran SEA Games di Vietnam tahun depan.

"Kita pastikan cabang e-sports SEA Games tahun depan atlet dan playernya berasal dari Purbalingga. Anak-anak muda kita terbukti sudah banyak mewarnai dan menjuarai berbagai kompetisi Esports di tanah air," kata Tiwi kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Maju sebagai Calon Wakil Bupati Purbalingga 2020

Menurut Tiwi, minat pemuda akan permainan daring seperti mobile legend hingga Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) semakin meningkat.

Jika dikelola secara optimal, bukan tidak mungkin bibit atlet e-sports profesional masa depan akan lahir dari Kota Perwira.

"Apalagi sekarang hampir semua anak muda itu main game online, populasinya terus bertambah, bahkan sampai ke pelosok desa juga main game," ungkapnya.

Untuk mewujudkan keyakinannya, Tiwi berkomitmen untuk menyusun sejumlah program pelatihan serta ajang kompetisi bagi para gamers di Purbalingga.

Baca juga: Indonesia Catat Kenaikan Jumlah Pemirsa E-sports

Kompetisi dibutuhkan untuk mengkurasi, mencari bakat atlet agar terus dibina dan dipersiapkan menjadi bagian dari Timnas Indonesia

Salah satu program kompetisi yang tengah digarap yakni Liga Ngapak.

Kompetisi bagi pemain PUBG ini berlangsung sejak bulan Juli hingga September.

Peserta Liga Ngapak berjumlah lebih dari 800 orang yang berasal dari lima kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Kebumen dan Banjarnegara.

"Pada akhir tahun in, dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Purbalingga akan ada Bupati Cup. Player terbaik akan kami bina dan dampingi. Disporapar purbalingga nanti beri perhatian khusus. Teman-teman sudah biasa menang di kompetisi lokal di berbagai daerah, sudah saatnya berbicara di kancah yang lebih tinggi," ujarnya.

Salah satu atlet e-sports Purbalingga, Rezqa Putra merasa bangga karena pemerintah daerah akhirnya mengakui keberadaan para gamers.

Menurut Rezqa, selama ini e-sports selalu dipandang sebelah mata.

Masyarakat terutama orangtua menganggap permainan daring hanya membawa dampak buruk kepada anak.

"Anak-anak jadi malas belajar, tiap hari cuma main game terus. Tapi zaman sudah berubah, semoga dengan momentum ini, para gamers lebih terarah dan dapat menjadi prestasi bagi kami," katanya.

Rezqa sendiri merupakan pemimpin di tim Alchmist untuk permainan PUBGM dan MeID untuk permainan Mobile Legend.

Terakhir, timnya berhasil menjadi finalis dalam ajang Piala Gubernur Jawa Tengah dan berduel dengan Ganjar Pranowo dalam fun match.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X