Fakta Kasus Pembobolan Rp 300 Juta dari 3 Bank, Manfaatkan Sampah Struk ATM, Gunakan Data dari Website KPU

Kompas.com - 24/07/2020, 16:24 WIB
Aziz Kunadi (36) warga Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Mujianto (34) warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu yang merupakan dua pelaku pembobolan rekening milik nasabah bank dengan cara memalsukan dokumen, ketika berada di Polda Sumatera Selatan, Senin (20/7/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAAziz Kunadi (36) warga Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Mujianto (34) warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu yang merupakan dua pelaku pembobolan rekening milik nasabah bank dengan cara memalsukan dokumen, ketika berada di Polda Sumatera Selatan, Senin (20/7/2020).

KOMPAS.com - Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, aparat kepolisian daerah (Polda) Sumatera Selatan, berhasil menangkap dua orang pelaku pembobol di tiga bank daerah.

Kedua pelaku yang diamankan yakni, Aziz Kunadi (36), warga Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Mujianto (34), warga Desa Penarik, Kabupaten Muko-muko, Bengkulu. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing.

Dalam melakukan aksinya, mereka tidak hanya berdua melainkan bersama tiga rekannya yang masih buron.

Modus yang dilakukan para pelaku ini dengan cara memanfaatkan struk sampah yang ditinggalkan di ATM. Jika saldo yang tertera besar, pelaku akan langsung mengambilnya.

Setelah itu, mereka melancarkan aksinya dengan memalsukan identitas pemilik aslinya. Aksi itu telah dilakukan sejak tahun 2018.

Aksi pertama kali dilakukan para pelaku pada tahun 2018 lalu tepatnya di BPD Lampung senilai Rp 70 Juta.

Kemudian Bank Sultra di Kendari dengan total kerugian Rp 120 juta dan terakhir Bank Sumsel Babel Rp 116 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ternyata, pelaku ini mendapatkan data korbannya dari website pemilih milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kasus ini sendiri terbongkar setelah polisi mendapat laporan dari korbannya bernama Hendra Martha pada 12 September 2019.

Pasca-kejadian itu, manajemen Bank Sumsel Babel (BSB) mengakui adanya kelalai dari mereka.

Namun, sebagai bentuk pertanggungjawaban. Pihak bank telah mengembalikan uang nasabah yang sempat dibobol oleh pelaku.

Berikut fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Manfaatkan sampah struk ATM, incar saldo besar

Ilustrasi mesin ATMThinkstock.com/uncle_daeng Ilustrasi mesin ATM

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, komplotan pelaku yang membobol tiga bank BUMD ini berhasil mendapatkan identitas para korban dengan cara memungut struk hasil transaksi yang ditinggalkan di ATM.

Namun, para pelaku ini tidak asal mengambil struk yang ditinggal di ATM. Mereka mencari saldo yang besar.

"Ketika saldonya besar, pelaku ini langsung mengambil struk milik korban," ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Dalam melancarkan aksinya, Aziz dan Mujianto memiliki peran masing-masing.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Video Viral Warga Jarah Muatan Truk yang Terguling, Ini Faktanya

Regional
Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Melihat Rumah Singgah Anak Penderita Kanker di Aceh, Saat Pasien Layaknya Keluarga

Regional
'Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan'

"Jangan Sia-siakan Pengorbanan Tenaga Kesehatan"

Regional
Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Gunung Semeru Meletus, Seluruh Pendaki Dipastikan Sudah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X