Kisah Petani Dapati Uang Jutaannya Dimakan Rayap, Anak: Ada 40 Lembar Rp 100.000

Kompas.com - 23/07/2020, 07:56 WIB
Uang Dimakan Rayap milik Sunardi Warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul Dokumentasi KeluargaUang Dimakan Rayap milik Sunardi Warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul

KOMPAS.com- Pengalaman sedih sekaligus lucu dialami seorang petani asal Kelurahan Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Sunardi (61).

Dia mendapati uang Rp 4 juta simpanannya rusak parah dimakan rayap.

Kejadian itu diceritakan oleh anak pertama Sunardi, Andri Purwanto.

Setelah diposting sebuah akun di Instagram, cerita itu mendadak viral.

Baca juga: Apes, Warga Gunungkidul Simpan Uang Rp 4 Juta Dalam Plastik, Ternyata Dimakan Rayap

Untuk bangun rumah

Ilustrasi rumah.Dok. PPDPP Kementerian PUPR Ilustrasi rumah.
Menurutnya, uang sebenarnya mau digunakan untuk merenovasi bagian halaman rumah barunya.

Sunardi saat itu teringat masih memiliki simpanan uang di rumah lama yang berjarak 500 meter dari rumah baru.

Rumah tersebut memang tak lagi dihuni.

Andri mengaku tak mengetahui di mana uang tersebut disimpan.

Namun yang jelas, uang dimasukkan ke dalam sebuah plastik bening.

Baca juga: Viral Unggahan Uang Rp 4 Juta Dimakan Rayap, Apakah Bisa Ditukar Baru?

Ilustrasi rayap.antipesto.com Ilustrasi rayap.

Rusak parah dimakan rayap

Saat Sunardi mengambil uang tersebut, ternyata kondisinya sudah rusak parah.

Diduga uang rusak karena dimakan rayap.

Rumah lama mereka memang sudah lama tidak ditempati sehingga kosong tak dihuni.

"Saat dibuka uangnya sudah habis dimakan rayap, total ada 40 lembar uang Rp 100.000," ucap Andri saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Cerita Sunardi, Hendak Beli Bahan Bangunan, Uang Rp 4 Juta Rusak Dimakan Rayap

Belum bisa ditukar

Ilustrasi bankThinkstockphotos.com Ilustrasi bank
Mereka langsung bergegas menuju bank di Kota Yogyakarta untuk menukarkan uang tersebut.

Namun sayangnya pelayanan bank saat itu sudah tutup.

Andri mengatakan akan mencoba datang lagi untuk menukarkan uang tersebut.

"Kemarin itu langsung ke Yogya, tetapi belum sampai masuk sudah diberitahu oleh satpam jika layanan penukaran uang sedang tutup," kata dia.

Baca juga: Tangan Kiri Korban Hanya Tersisa Jari Kelingking...

Ilustrasishutterstock Ilustrasi

Kebiasaan lupa meletakkan uang

Menurut Andri, ayahnya memang memiliki kebiasaan lupa menaruh uang.

Seperti beberapa waktu lalu, Sunardi lupa menaruh uang di saku bajunya.

Padahal baju tersebut dia pakaikan kepada patung memedi sawah atau orang-orangan sawah untuk menakuti burung.

Untungnya uang di saku itu masih ada meskipun sudah lewat beberapa hari.

"Beberapa tahun lalu ayah saya menyimpan uang sekitar Rp2,5 juta sampai kadaluwarsa, dan uang itu sudah tidak berlaku lagi," ucap Andri.

Andri berencana mengajak ayahnya menabung di bank agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X