Kompas.com - 21/07/2020, 14:51 WIB
Seorang ibu sedang menyusui bayi yang baru dilahirkannya dengan normal dan mengaku hamil dalam waktu 1 jam di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (21/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASeorang ibu sedang menyusui bayi yang baru dilahirkannya dengan normal dan mengaku hamil dalam waktu 1 jam di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (21/7/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tasikmalaya, Nia Sofia, menyebut, perut perempuan tiga anak yang tiba-tiba membesar dan mengaku hamil 1 jam merupakan ciri khas selama proses persalinan.

Menurut Nia, peristiwa itu disebut sebagai kehamilan samar atau cryptic pregnancy jika dilihat dari kacamata ilmu medis.

Pihaknya pun menyebut kehamilan tersebut bisa dikatakan normal, tapi selama ini tak diketahui oleh seorang ibu tersebut.

"Proses kehamilan masih normal jika dilihat sesuai kacamata medis. Logikanya, tidak mungkin ada hamil 1 jam bisa langsung melahirkan. Kalau kami memvonis kehamilan itu disembunyikan oleh sang ibu, kami tak menilai seperti itu. Ini bisa dijadikan literatur sebagai cryptic pregnancy (kehamilan samar). Tapi masa sih ibu dengan kelahiran anak ketiga tidak merasakan sedang hamil," jelas Nia kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Penjelasan Dinkes Tasikmalaya soal Warganya yang Hamil 1 Jam Atau Cryptic Pregnancy

Nia menjelaskan, dalam dunia medis, penyebab kehamilan samar dibagi dalam dua kualifikasi, yakni gangguan mental dan emosional.

Namun, sesuai data dari bidan desa yang menangani ibu tersebut selama ini sang perempuan tak pernah mengalami kedua gangguan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa kehamilan sang ibu tersebut masih dalam kategori normal sesuai proses kehamilan yang dialaminya swlama ini.

"Bisa dipastikan ini bisa disebut kehamilan samar. Tapi jika kehamilan samar biasanya mengacu kepada penyebab dua kualifikasi yakni gangguan mental dan gangguan emosiaonal. Tapi, sesuai laporan selama ini si ibu tersebut tidak mengalami gangguan keduanya, mohon izin saya menyebutkan itu. Kami mengacu terhadap ilmu medis menyebut bahwa hal itu kehamilan normal sesuai proses kehamilan," tambah Nia.

Adapun, perut yang dirasakan membesar secara tiba-tiba oleh perempuan itu adalah ciri khas rasa sakit seorang perempuan yang akan melahirkan.

Tentunya, perut terasa seperti kembung, mulas dan sakit yang tak bisa ditahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X