KILAS DAERAH

Tampung Pengungsi Banjir Bandang, Pemkab Luwu Utara akan Bangun Rumah Sementara

Kompas.com - 16/07/2020, 22:34 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat meninjau lokasi terdampak banjir dan tempat pengungsian warga yang terdampak banjir bandang. DOK. Humas Pemkab Luwu UtaraGubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat meninjau lokasi terdampak banjir dan tempat pengungsian warga yang terdampak banjir bandang.

KOMPAS.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah hunian sementara menyusul banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara.

"Hunian sementara ini juga tipe 36, jadi ada dua kamar. Nanti ada Mandi Cuci Kakus (MCK) portable. Lokasinya kami sudah siapkan di Desa Radda. Kebetulan milik pejabat kepala desa," jelasnya, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Bupati IDP saat rapat koordinasi bersama Gubernur Sulawesi Selatan ( Sulsel), Panglima Komando Distrik Militer Hasanuddin, Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, dan Kejaksaan Tinggi Sulsel di Ruang Bupati Luwu Utara, Kamis (16/7/2020).

Adapun terkait jumlahnya rumah sementara, Indah mengatakan, masih terus dilakukan pendataan. Namun yang paling utama menempati rumah sementara tersebut adalah mereka yang mengungsi di tenda-tenda.

Baca juga: Update Banjir Bandang Luwu Utara, Korban Bertambah Jadi 32 Orang

Berdasarkan laproran yang diterima, Indah menjelaskan, saat ini warga di pengungsian juga kekurangan air bersih dan sarana MCK.

"Sekaligus nanti kami buat MCKnya. Termasuk kebutuhan pokok lainnya tetap jadi perhatian. Alhamdulillah saya liat banyak bantuan nih yang masuk," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga menegaskan, akan segera membangun rumah hunian sementara yang layak bagi para korban bencana ini.

Dia mengatakan itu usai meninjau lokasi terdampak banjir dan tempat pengungsian warga yang terdampak banjir bandang.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Masamba Luwu Utara, Berikut Analisis BMKG

"Yang paling mendesak adalah rumah hunian sementara. Kami akan segera bangun bersama pemerintah Luwu Utara dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X