Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Kompas.com - 13/07/2020, 20:45 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan akan melakukan pemeriksaan swab di tempat bagi warga yang masih melakukan kegiatan berkumpul atau berkerumun di kawasan area publik.

"Kalau masih terjadi pengumpulan massa yang ada di Plaza Manahan, Balai Kota, Alkid (Alun-alun Kidul), itu nanti akan langsung kita swapping di situ, langsung dilakukan swab. Ini mau kita lakukan," kata Rudy usai mengikuti rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Gedung Manganti Praja Kompleks Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020).

Rudy menyampaikan, Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena dinilai tidak terorganisir pedagangnya dan tidak ada izin kegiatan.

Baca juga: 25 Tenaga Medis RSUD Moewardi Solo Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Pesta Usai Wisuda

Di samping itu, kawasan tersebut selalu menjadi ajang tempat berkerumun massa. Sehingga berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19.

"Penutupan Alkid ini karena tidak ada izin melakukan kegiatan dan selalu berkerumun massa di sana. Sehingga tidak ada jarak orangtua dengan anak-anak," ungkap Rudy.

Penutupan Alkid sampai batas waktu belum ditentukan juga karena kawasan tersebut bukan merupakan tempat wisata.

"Karena di sana bukan tempat wisata. Sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan di sana yang mengundang masyarakat banyak kita bubarkan. Dan di sana kita tutup pintunya," terang dia.

Berbeda dengan Manahan yang selama ini dikenal sebagai tempat untuk kegiatan olahraga. Warga yang datang ke Plaza Manahan tujuannya adalah olahraga.

"Di Plaza Manahan tidak ada penjual, tidak ada pedagang dan tidak ada mainan anak. Di sana lari-lari. Beda dengan Alkid. Di sana (Alkid) banyak mainan anak-anak, mobil-mobilan dan sebagainya tidak boleh," paparnya.

Baca juga: Dianggap Berlebihan Tetapkan Solo Zona Hitam, Ini Tanggapan Rudy

Kendati sebagai tempat olahraga, pihaknya tetap melarang adanya kegiatan berkerumun di kawasan itu. Jika dalam sweeping ditemukan ada kegiatan berkerumun mereka akan dilakukan swab di tempat.

"Kalau masih pada nekat nongkrong, tidak jaga jarak, tanpa menggunakan masker baik di Plaza Manahan, Balai Kota maupun di tempat lain itu nanti bisa kita lakukan (swab)," katanya.

Lebih jauh, Rudy mengungkapkan pemeriksaan swab di tempat tersebut akan dituangkan dalam peraturan wali kota (Perwali) yang saat ini sedang disusun.

Pemeriksaan swab di tempat merupakan bentuk sanksi tegas agar masyarakat mematuhi dan menaati protokol kesehatan Covid-19.

"Kita mau pertegas dengan sanksi sosial tadi yang diatur di Perwali. Kalau yang kemarin kan tidak ada aturan di situ. Kita sanksi administrasinya KTP ditahan 14 hari. Sebenarnya malulah kalau sudah seperti itu," ujar Rudy.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Regional
Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Regional
Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Regional
Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Regional
Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Regional
Sekolah Swasta Ingin Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Jawaban Pemkot Ambon

Sekolah Swasta Ingin Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Jawaban Pemkot Ambon

Regional
Video Viral 'Aksi Dugem' Para Pendaki di Bukit Savana Rinjani, Langgar Protokol Kesehatan

Video Viral "Aksi Dugem" Para Pendaki di Bukit Savana Rinjani, Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Jumlah Pengguna Narkoba Terbanyak di Jabar Ada di Bandung, Depok, lalu Cianjur

Jumlah Pengguna Narkoba Terbanyak di Jabar Ada di Bandung, Depok, lalu Cianjur

Regional
Gempa Magnitudo 5,5 di Sumba Barat Daya, Warga Berhamburan Keluar, Tebing Pantai Runtuh

Gempa Magnitudo 5,5 di Sumba Barat Daya, Warga Berhamburan Keluar, Tebing Pantai Runtuh

Regional
Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Dikenakan Wajib Lapor

Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Viral, Video Belasan Gelandangan Adu Jotos di Lampu Merah, Ternyata gara-gara Ini

Viral, Video Belasan Gelandangan Adu Jotos di Lampu Merah, Ternyata gara-gara Ini

Regional
Dua Bulan Zona Hijau, Kota Tegal Kembali Catatkan Kasus Baru Covid-19

Dua Bulan Zona Hijau, Kota Tegal Kembali Catatkan Kasus Baru Covid-19

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Bisa Ekspor Vaksin Covid-19 untuk Membantu Negara Lain

Erick Thohir: Bio Farma Bisa Ekspor Vaksin Covid-19 untuk Membantu Negara Lain

Regional
Viral Diduga Batu Meteor Jatuh di Rumah Josua, Bikin Penasaran Warga hingga Ditawar Rp 1 Miliar

Viral Diduga Batu Meteor Jatuh di Rumah Josua, Bikin Penasaran Warga hingga Ditawar Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X