Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa ke Provinsi Lain oleh Keluarga, Gugus Tugas Kaltim: Potensi Besar Penularan

Kompas.com - 11/07/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi ambulans ShutterstockIlustrasi ambulans

KOMPAS.com- Jenazah seorang pasien Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur nekat dibawa ke provinsi lain oleh pihak keluarganya menggunakan ambulans.

Meninggal di Samarinda, Kalimantan Timur, keluarga pasien membawa jasad tersebut ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kejadian itu sangat disayangkan lantaran menimbulkan potensi besar penularan Covid-19.

Baca juga: Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Dibawa dengan ambulans

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Hendra membenarkan pihak keluarga pasien membawa pergi jenazah korban Covid-19.

Pasien yang meninggal dunia di RSHD Samarinda, Kalimantan Timur itu dibawa menggunakan ambulans dari RS Haji Darjad, Samarinda menuju Banjarmasin.

Padahal tim pemakaman dan gugus tugas sebenarnya telah datang ke RS dan siap memakamkan pasien dengan alat pelindung diri (APD).

"Dibawa pihak keluarga ke Banjarmasin (provinsi lain) dan sudah dibuatkan surat pernyataan," tutur Hendra, Jumat (10/7/2020)

Hendra melanjutkan, sesuai standar protokol kesehatan, pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 seharusnya dimakamkan paling lama 4 jam usai meninggal.

Baca juga: Sederet Cerita Jenazah Pasien Corona Nekat Dibawa Pulang hingga Dimandikan, Ada yang Menginfeksi 15 Warga

 

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Belum ada penjelasan

Hendra mengatakan, timnya hanya mengurusi persoalan pemakaman.

Ia tak mengetahui alasan pasien tersebut dibawa ke provinisi lain oleh keluarganya.

"Mengenai alasan kenapa di bawa ke Banjarmasih silakan ke Dinas Kesehatan Samarinda, tim kami hanya pemakaman," tutur dia.

Kejadian tersebut disayangkan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak.

"Itu kalau dibawa ke sana (Banjarmasin) potensi besar terjadi penularan," kata Andi.

Pasalnya sesuai aturan, paling lama 4 jam, jenazah pasien Covid-19 harus sudah dimakamkan.

Ia pun belum memperoleh penjelasan dari tim gugus tugas Samarinda mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.

"Tim Samarinda belum laporkan ke kami. Tapi kami dapat informasi, katanya tim gugus tugas yang putuskan dibawa ke Banjarmasin atas permintaan keluaga," tutur Andi.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor: Dony Aprian)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X