Polisi Selidiki Perusak Rumah Tersangka Penganiaya Driver Ojol

Kompas.com - 07/07/2020, 18:23 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya saat diwawancarai Kompas.com di lokasi rapid test massal di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, terkait aksi pengrusakan rumah tersangka penganiaya pengemudi ojol, Selasa (7/7/2020). KOMPAS.COM/IDONKapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya saat diwawancarai Kompas.com di lokasi rapid test massal di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, terkait aksi pengrusakan rumah tersangka penganiaya pengemudi ojol, Selasa (7/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya menyatakan telah memproses hukum pelaku yang menganiaya pengemudi ojek online (ojol).

Pelaku AP (23) telah ditetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan yang dilakukan kepada seorang pengemudi ojol bernama Mulyadi (43).

"Untuk kasus penganiayaan pengemudi ojol sudah kami proses dan ditetapkan sebagai tersangka," ucap Nandang saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Berkat Komik Hasil Jual Empek-empek, Edi Dharma Bisa Jadi Juara Dunia

Selain itu, Nandang juga menyatakan akan menyelidiki aksi perusakan rumah tersangka yang diduga dilakukan sejumlah pengemudi ojol.

Sebelumnya, ratusan pengemudi ojol mendatangi rumah tersangka AP hingga terjadi perusakan.

Kaca jendela rumah dan spion mobil pecah akibat dilempar dengan batu.

"Sekarang kita juga menyelidiki para pelaku yang melakukan perusakan terhadap rumah si tersangka. Jadi kita harus menegakkan hukum yang berimbang. Akan kita tindak tegas siapa pun pelaku yang melanggar hukum di Kota Pekanbaru ini. Tidak ada premanisme di sini, kita akan sikat juga," kata Nandang.

Baca juga: Ridwan Kamil Umumkan 2 Klaster Baru Covid-19 di Jabar

Polisi sejauh ini sedang mengumpulkan alat bukti untuk menyelidiki aksi perusakan tersebut.

Meski pihak korban perusakan belum membuat laporan polisi, kasus itu akan tetap diselidiki.

"Sementara ini kita tetap akan melakukan penyelidikan. Kita kumpulkan dulu alat buktinya. Semuanya kita proses," kata Nandang.

Diberitakan sebelumnya, video pengemudi ojol dianiaya oleh seorang pria di Kota Pekanbaru, Riau, beredar di media sosial.

Aksi kekerasan tersebut sempat direkam pengendara lain dari dalam mobil hingga viral di media sosial.

Baca juga: Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Pria tersebut awalnya tampak dengan gelagat marah kepada pengemudi ojol yang sedang duduk di atas sepeda motornya.

Setelah itu, ia tampak akan pergi. Namun, setelah berjalan beberapa langkah, pria itu berbalik lagi dan langsung menghantam bagian perut pengemudi ojol.

Pengemudi ojol langsung terjungkal dan sepeda motornya juga ikut tumbang. Korban sama sekali tidak melawan.

Usai video itu viral, ratusan pengemudi ojol yang ada di Pekanbaru kompak mendatangi rumah terduga pelaku.

Mereka mendatangi rumah terduga pelaku, karena tidak terima rekannya dianiaya.

Mereka mengepung rumah terduga pelaku dan meminta pertanggungjawaban.

Bahkan, mereka melempari rumah pelaku dengan batu hingga kaca jendela dan kaca spion mobil pecah.

Sejumlah petugas kepolisian datang ke lokasi untuk menenangkan para pengemudi ojol dan mengamankan terduga pelaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ditetapkan penganiayaan ditetapkan sebagai tersangka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Panitia Balap Lari di Solo Urus Izin ke Satgas Covid-19: Biar Tak Dikejar-kejar

Regional
Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Regional
Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Regional
Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Regional
Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X