Kompas.com - 07/07/2020, 05:30 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi saat berbincang dengan penjual lahang keliling di Purwakarta. handoutWakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi saat berbincang dengan penjual lahang keliling di Purwakarta.

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, setelah Kementerian Pertanian menciptakan kalung anti corona, kini kementerian lain sebaiknya membuat kalung anti koredas (tidak punya uang).

"Kalau Menteri Pertanian membuat kalung anti corona, sebaiknya kementerian lain membuat lagi kalung biar masyarakat bahagia, yakni kalung emas anti koredas," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Senin (6/7/2020) malam.

Sebab, kata Dedi, saat ini sebagian masyarakat sudah tidak takut lagi pada corona, melainkan takut kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

"Kalau sekarang rasa takut orang terhadap Covid-19 itu sudah hilang. Tapi rasa takut orang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan itu sangat tinggi," katanya.

Baca juga: Polemik Kalung Antivirus, dari Kritik DPR sampai Klarifikasi Kementan

Dedi mengatakan, usulan itu bukan tanpa dasar. Ia mengatakan, setiap hari ia sering bertemu dengan masyarakat miskin dan mereka sudah tidak terlalu peduli pada corona. Mereka lebih takut kehilangan pendapatan daripada terkena corona.

"Negara segera mencetak kalung emas anti koredas biar semua orang bahagia," kata mantan bupati Purwakarta itu.

Sebelumnya, Dedi sempat menyoroti soal kalung anti corona yang dibuat Kementerian Pertanian. Menurutnya, Kementan harus memiliki meneliti kembali secara medis kalung tersebut karena dibuat dengan menggunakan uang negara.

Kalau memang secara medis, kalung itu ampuh menangkal corona, Kementan bisa meminta bantuan Kementerian Kesehatan untuk mengumumkannya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Kalung Anti Corona Harus Berlisensi Medis karena Pakai Uang Negara

Menurut Dedi, seandainya kalung itu dibuat oleh orang per orang atau balai pengobatan alternatif, itu sah-sah saja memprduksi kalung anti corona sebanyak mungkin karena anggarannya bukan dari negara.

"Namun ini anggarannya dari negara, maka kalung anti corona itu harus memiliki lisensi berbasis ilmiah," tandas Dedi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X