Kompas.com - 06/07/2020, 19:36 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, meminta Kementerian Pertanian untuk meneliti kalung anti-virus corona yang akan diproduksi massal bulan depan.

"Tinggal dibuktikan secara ilmiah apa susahnya, dibawa ke lembaga yang kapabel menentukan apakah itu bermanfaat atau tidak," kata Dedi saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Lebih lanjut Dedi menambahkan, lantaran diproduksi oleh lembaga negara menggunakan uang negara, maka kalung tersebut harus memiliki lisensi berbasis ilmiah.

"Secara medis bisa dibuktikan enggak kalau itu ampuh, karena yang mempoduksi lembaga negara, harus punya lisensi berbasis ilmiah. Beda kalau diproduksi kelompok pengobatan, tradisional dan tidak menggunakan uang negara," tuturnya.

Baca juga: Polemik Kalung Antivirus, dari Kritik DPR sampai Klarifikasi Kementan

Dedi menjelaskan, dengan penelitian lebih lanjut, maka kalung antivirus corona yang rencananya diproduksi oleh Kementrian Pertanian menggunakan uang negara itu bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau saya ahli pengobatan tradisional dan memproduksi hasil pengobatan tradisional dari daun, pohon atau batang ranting atau yang bersumber dari alam saya racik buat kalung secara tradisional dan orang membelinya, itu pertanggungjawabannya personal. Tapi kalau diproduksi negara, pertanggungjawaban keuangan negara harus ada latar belakang produk kebijakan itu," bebernya.

Dedi berharap kalung antivirus corona yang akan diproduksi Kementan tidak berdasarkan sugesti.

"Aspek yang bersifat sugesti tidak bisa dilembagakan, itulah yang disebut tradisional," jelasnya.

"Sekarang Kementerian Kesehatan harus berani mengumumkan kalung itu. Walaupun berbasis tradisional tapi memiliki efek bagi kesehatan masyarakat umumin saja, jangan takut. Kita harus mencintai produk kita sendiri," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membuat antivirus corona dari bahan eucalyptus (kayu putih).

Antivirus tersebut berbentuk kalung aromaterapi, balsem, roll on, serta diffuser.

Baca juga: Soal Kalung Antivirus, Kementan Diminta Tunjukkan Hasil Riset

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengatakan bahwa produk ini telah melalui uji lab peneliti pertanian terhadap virus influenza, serta beta dan gamma corona.

Kalung aromaterapi berbahan dasar kayu putih tersebut rencananya mulai diproduksi massal bulan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Regional
Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.