Anak Terlibat Kasus Narkoba, Sekda Karawang: Kalau Bersalah, Hukum Seadil-adilnya

Kompas.com - 02/07/2020, 08:58 WIB
Ilustrasi narkoba TOTO SIHONOIlustrasi narkoba
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acap Jamhuri angkat suara terkait penangkapan anaknya oleh polisi karena diduga terlibat kasus narkoba.

Acep mengaku telah menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

"Kalau memang anak saya bersalah, hukum seadil-adilnya," kata Acep.

ANT, anak Sekda Karawang ditangkap bersama rekannya P karena terlibat kasus narkoba pada Selasa (30/6/2020).

Penangkapan ANT berawal saat polisi menangkap P, salah satu pengedar narkoba di Perumnas Telukjambe.

Baca juga: Hasil Tes Urine, Anak Pejabat di Karawang Negatif Narkoba

Saat diinterogasi, P mengaku jika pernah menjual narkoba jenis sabu ke ANT sekitar 2 minggu yang lalu.

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus dan menangkap ANT di Dusun Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang sekitar pukul 08.00 WIB.

Dari tangan ANT, polisi mengamankan dua sedotan dua pipet kaca, dua korek apik gas yang diduga untuk mengisap sabu.

Dari hasil tes urin, ANT masih dinyatakan negatif. Namun polisi akan tetap memeriksa darah dan rambut ANT.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Anak Pejabat Tinggi di Kabupaten Karawang

Poisi akan bekerja sama dengan Badan nasional Narkotika (BNN) Karawang.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Partai Nasdem soal Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Penjelasan Partai Nasdem soal Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Agustus 2020

Regional
Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus

Wali Kota Serang Izinkan Masyarakat Gelar Lomba 17 Agustus

Regional
Terpuruk Hadapi Resesi, Para Petani Pun Merugi

Terpuruk Hadapi Resesi, Para Petani Pun Merugi

Regional
Balas Dendam, Pria di Makassar Aniaya Rekannya dengan Busur Panah

Balas Dendam, Pria di Makassar Aniaya Rekannya dengan Busur Panah

Regional
Jebol Dinding Sel Tahanan, 8 Orang Kabur dari Polsek Medan Area

Jebol Dinding Sel Tahanan, 8 Orang Kabur dari Polsek Medan Area

Regional
Sungai Citarum Menghitam dan Bau, Satgas Temukan Pencemaran dari Limbah Rumah Tangga

Sungai Citarum Menghitam dan Bau, Satgas Temukan Pencemaran dari Limbah Rumah Tangga

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Agustus 2020

Regional
Jelang Pilkada Tasikmalaya, Puluhan Ribu Pemilih Meninggal Masih Terdaftar di DPT

Jelang Pilkada Tasikmalaya, Puluhan Ribu Pemilih Meninggal Masih Terdaftar di DPT

Regional
3 Anggota Dewan Sembuh dari Covid-19, Ketua DPRD: Berkat Kedisiplinan

3 Anggota Dewan Sembuh dari Covid-19, Ketua DPRD: Berkat Kedisiplinan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 7 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 7 Agustus 2020

Regional
Gempa Magnitudo 5,5 di Buru Selatan, Warga Lari Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Magnitudo 5,5 di Buru Selatan, Warga Lari Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Update Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditangkap di Kapuas dan Status Mahasiswa Dicopot

Update Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditangkap di Kapuas dan Status Mahasiswa Dicopot

Regional
Indriana Kebal Diolok-olok Temannya karena Tinggal di Kandang Ayam, Janji Belikan Ibu Rumah

Indriana Kebal Diolok-olok Temannya karena Tinggal di Kandang Ayam, Janji Belikan Ibu Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X