Kompas.com - 30/06/2020, 23:10 WIB
Direktur Utama RSUD Smart Pamekasan, Farid Anwar menolak untuk mengajukan klaim tunjangan bagi tenaga medis ke Kemenkes RI karena persyaratannya ruwet dan tidak ada kepastian waktu. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANDirektur Utama RSUD Smart Pamekasan, Farid Anwar menolak untuk mengajukan klaim tunjangan bagi tenaga medis ke Kemenkes RI karena persyaratannya ruwet dan tidak ada kepastian waktu.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Kabupaten Pamekasan menolak mengajukan tunjangan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Penolakan itu karena prosedur yang ditetapkan Kementrian Kesehatan terkesan rumit dan tidak ada kepastian waktu pencairannya.

Baca juga: Seorang Pasien Positif Covid-19 Ditemukan Berkeliaran dan Berinteraksi dengan Warga

Direktur Utama RSUD Smart Pamekasan Farid Anwar mengatakan, prosedur pengajuan klaim tunjangan tenaga medis Covid-19 sangat membingungkan.

Proses verifikasi dan aturannya juga tidak jelas.

"Kami tidak mengajukan karena ruwet," ujar Farid Anwar saat dihubungi, Selasa (30/6/2020).

RSUD Smart Pamekasan memutuskan membayar tunjangan tenaga medis menggunakan pendapatan internal rumah sakit.

Keputusan itu diambil setelah seluruh pimpinan rumah sakit menggelar pertemuan.

"Kalau menggunakan pendapatan internal rumah sakit, waktu dan nominalnya lebih pasti dibandingkan dengan pengajuan ke Kemenkes," ungkap Farid.

Menurutnya, Kemenkes menentukan waktu penanganan Covid-19 selama tiga bulan, sejak Mei sampai Juli 2020.

Sementara, RSUD Smart Pamekasan belum tahu sampai kapan menangani pasien Covid-19.

Sampai saat ini, biaya yang dikeluarkan RSUD Smart Pamekasan untuk menangani pasien Covid-19 mencapai Rp 778 juta.

Baca juga: Sering Keluyuran Cari Makanan Ternak, Warga Tak Tahu Pasien Ini Positif Covid-19

Dana itu digunakan untuk membeli baju hazmat, pembelian hand sanitizer, dan sejumlah kebutuhan lainnya.

 

"Untuk tunjangan kepada tenaga medis belum saya cek sudah berapa yang dikeluarkan. Yang jelas, nilainya lebih kecil jika dibandingkan dengan dari Kemenkes RI tapi pencairannya jelas," kata Farid.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X