KILAS DAERAH

Ridwan Kamil Cek Pelaksanaan Rapid Test di Ponpes Al Falakiyah

Kompas.com - 27/06/2020, 14:39 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau kesiapan AKB Pondok Pesantren Hamalatul Quran Al Falakiyah di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (26/6/2020). 
Pemprov JabarKetua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau kesiapan AKB Pondok Pesantren Hamalatul Quran Al Falakiyah di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (26/6/2020).

KOMPAS.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung kesiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur'an Al Falakiyah, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Pengasuh Ponpes Hamalatul Qur'an Al Falakiyah KH Tubagus Asep Zulfiqor, pria yang akrab disapa Kang Emil ini memastikan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker.

"Yang saya amati semua sudah dilakukan dengan baik. Masker sudah menjadi kewajiban utama, juga jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Ada juga rapid test untuk santri," kata Emil dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Adapun Pemerintah Provinsi Jabar telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Jabar No:443/Kep.326-Hukham/2020 tentang Perubahan atas Kepgub Jabar No 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

Baca juga: Pemprov Jabar Tawarkan 209 Proyek Investasi Senilai Rp 700 Triliun dengan Skema KPBU

Emil mengatakan, keputusan itu dibuat untuk menghindari klaster Covid-19 di pesantren serta menjaga para kiai, santri, dan asatidz dari penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinnya.

"Pesantren memang dibuka lebih dahulu dari sekolah umum karena pesantren itu mulai dan selesainya berbeda-beda. Kurikulum juga berbeda-beda. Jadi, kalau ada satu buka dan satu belum, saya kira tidak masalah," ujarnya.

Usai meninjau protokol kesehatan dan rapid test, ia pun melanjutkan ziarah ke makam KH Tubagus Muhammad Falak Abas atau Abah Falak yang tak jauh dari gedung Ponpes Hamalatul Qur'an Al Falakiyah.

Di sana, Kang Emil khusyuk mendengarkan doa yang dipanjatkan untuk Abah Falak, ulama tersohor yang lahir di Banten pada 1842 dan wafat di Pagentongan, Bogor, pada 19 Juli 1972. Sepanjang usianya, sosok Abah Falak terus berdakwah dan menyebarkan ilmu dari Banten hingga Bogor.

Baca juga: Kejar Rasio Pengetesan Covid-19, Pemprov Jabar Akan Beli Mobil PCR Keliling

Adapun Ponpes Hamalatul Qur'an Al Falakiyah saat ini baru menerima kurang dari seratus santri asal Bogor di pesantren dari total 800 santri yang ada.

Rapid test di Ponpes Hamalatul Qur'an Al Falakiyah baru dilakukan pertama kali oleh Gugus Tugas Jabar dengan menyediakan 150 kit test. Hasilnya, puluhan santri yang mengikuti rapid test tidak ada yang dinyatakan reaktif.

Pelaksanaan tes tersebut menjadi bukti perhatian Pemprov melalui Gugus Tugas Jabar terhadap pondok pesantren.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 7,1 Berpusat Dekat Kepulauan Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 7,1 Berpusat Dekat Kepulauan Talaud Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Wakil Bupati dan 2 Anggota DPRD Manggarai Timur Reaktif Tes Cepat Antigen

Regional
Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Sedang Tidur Pulas, Gadis Ini Mendadak Terbangun gara-gara Pipinya Dielus Pencuri

Regional
Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Bupati Sleman Diduga Tertular Covid-19 dari Seorang Kepala Dinas

Regional
6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

6 Petugas Bea Cukai Mangkir Dipanggil Polda Riau Terkait Kasus Penembakan Haji Permata

Regional
Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Singkirkan Petahana, Panca-Ardani Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih Pilkada Ogan Ilir

Regional
Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Warga Pendatang: Enggak Bawa Uang

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Sebelum Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Disuntik Vaksin Minggu Lalu

Regional
Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Puluhan Pengungsi Gempa Sulbar Pilih Pulang Kampung ke Jatim

Regional
Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Kasus Penembakan Petugas Bea Cukai di Riau, Total 4 Orang Tertembak, Termasuk Haji Permata

Regional
Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Resmi Pimpin Kembali Kota Semarang, Hendi Akan Fokus Realisasikan Janji Kampanye

Regional
Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Pembersihan Material Longsor di Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran Pakai Kendaraan Taktis Polisi

Regional
Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang, Satpol PP Kumpulkan Rp 137 Juta

Regional
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Tengah Sawah di Karawang

Regional
Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Tega Bunuh Ibu gara-gara Uang Rp 300.000, Pria Ini Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X