KILAS DAERAH

Kejar Rasio Pengetesan Covid-19, Pemprov Jabar Akan Beli Mobil PCR Keliling

Kompas.com - 24/06/2020, 19:46 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau Mobile Combat COVID-19 dari PT Aria Puspa Nusantara sebagai distributor tunggal fasilitas tes metode Polymerase Chain Reaction (PCR) mobile di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (23/6/20). Dok. Humas Pemprov JabarKetua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau Mobile Combat COVID-19 dari PT Aria Puspa Nusantara sebagai distributor tunggal fasilitas tes metode Polymerase Chain Reaction (PCR) mobile di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (23/6/20).


KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ( Jabar) akan membeli mobil polymerase chain reaction ( PCR) keliling atau Mobile Combat Covid-19 yang mampu memberikan hasil pengetesan dalam waktu 40 menit.

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau Mobile Combat Covid-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).

“Semoga, kemudahan fasilitas pengetesan ini bisa memperkuat kewaspadaan Jabar selama proses adaptasi kebiasaan baru (AKB)," kata Ridwan yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya akan mencoba menghitung biaya untuk membelinya, sehingga ke depan, Pemprov Jabar mempunyai aset pengetesan tersebut di level kota atau kabupaten.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Juni 2020

Menurut Emil, kehadiran mobil keliling untuk pengetesan metode PCR ini menjadi salah satu upaya Jabar untuk mengejar rasio pengetesan Covid-19 di angka 300.000 orang.

"Hingga kini, sudah dilakukan pengetesan terhadap 65.000 orang melalui metode PCR dan 158.000 orang lewat Rapid Diagnostic Test (RDT),"jelasnya

Kang Emil menambahkan, Mobile Combat Covid-19 ini memiliki metode yang lebih sederhana dari Biosafety Level-2 (BSL-2) dan BSL-3 namun tetap memiliki tingkat akurasi pengetesan sesuai standar.

Baca juga: PPDB Jabar 2020 Masih Sisakan Masalah, dari Dulu Server Selalu Eror

Sementara itu, Direktur PT Aria Puspa Nusantara Tuti Turimayanti mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah memberikan kesempatan untuk mempresentasikan alat PCR mobile dan Mobile Combat Fast LAB.

Sebagai informasi, PT Aria Puspa Nusantara merupakan perusahaan distributor tunggal PCR mobile satu-satunya di Jabar.

Tuti mengungkapkan, mobil tersebut sudah diujicobakan di Jabar, Sabtu (20/06/2020), saat operasi gabungan di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar.

"Kelebihan Mobile Combat COVID-19 ini memiliki empat alat pengetesan PCR portabel sekaligus dapat memeriksa 250 sampel per hari," katanya.

Baca juga: Diterima di PPDB Jabar, Begini Cara Daftar Ulang ke Sekolah Tujuan

Ia menambahkan, kelebihan alat PCR buatan Korea Selatan tersebut memiliki tingkat akurasi hingga 99,99 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X