Pasien dari Klaster Pasar Cileungsi Bertambah, Pedagang Mulai Mau Dites

Kompas.com - 16/06/2020, 14:34 WIB
Suasana Pasar Cileungsi setelah ditutup di Cileungsi,  Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2020). Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara Pasar Cileungsi mulai hari ini, setelah menjadi klaster baru penularan COVID-19 dengan jumlah total tujuh penderita. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYASuasana Pasar Cileungsi setelah ditutup di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2020). Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara Pasar Cileungsi mulai hari ini, setelah menjadi klaster baru penularan COVID-19 dengan jumlah total tujuh penderita.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bertambah menjadi 33 kasus.

Penambahan kasus baru Covid-19 ini terus terjadi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

Dari jumlah itu, sebanyak 14 pasien dari pedagang dan 16 dari non-pedagang.

Baca juga: Kejaksaan Selidiki Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 oleh Gugus Tugas

Kemudian, 3 pasien lainnya dari pengunjung pasar.

"Hari Minggu ada 32 kasus dan kemarin bertambah satu perempuan usia 27 tahun. Jadi total kasus (klaster) Pasar Cileungsi sebanyak 33 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2020).

Syarifah menyebutkan, dari total 33 kasus Covid-19 di klaster Pasar Cileungsi, yang dinyatakan sembuh sebanyak 4 orang.

Sementara yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Baca juga: Misteri 2 Kapal Hilang di Laut Bangka Terjawab Setelah 12 Jam Pencarian

Syarifah menjelaskan, kasus baru yang muncul adalah hasil dari tracing pasien yang sebelumnya positif.

Sejauh ini, semua pasien positif Covid-19 sudah diisolasi di rumah sakit.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, Pemkab Bogor menargetkan pemeriksaan terhadap 1.000 pedagang di Pasar Cileungsi.

"Target 1.000 pedagang dan kita dibantu Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat. Mereka juga sudah menyiapkan penambahan tenaga kesehatan," kata Mike.

Baca juga: Psikologis Pilot Pesawat Tempur yang Jatuh di Riau Akan Diperiksa

Selain itu, pasar-pasar yang dianggap rawan juga akan dilakukan tes dibantu pihak Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mempercepat prosesnya.

Mike juga memastikan bahwa untuk mengurangi potensi terjadinya penolakan tes Covid-19, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar bisa dipahami oleh para pedagang.

Mike mengatakan, para pedagang telah setuju menjalani tes hari ini, setelah mereka diberikan edukasi terkait Covid-19.

Terlebih lagi, tes tersebut demi kebaikan para pedagang sendiri selama berjualan di pasar.

"Setelah diberikan edukasi, mereka juga akhirnya paham kok dan mau dites. Nanti selain Pasar Cileungsi, juga akan ada tes di sejumlah pasar lainnya yang dianggap rawan penularan," ujar Mike.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Rumah dan 2 Mobil Milik Pejabat Daerah Terbakar, Sebulan Sebelumnya Diancam Akan Dicelakai

Regional
Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Banjir di Purbalingga Capai 1 Meter, 250 Keluarga Bertahan di Rumah

Regional
Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Bali Catatkan Rekor Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Didominasi Klaster Politeknik

Regional
Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Soal Isu Mundur Jika Terpilih Bupati Tanah Bumbu, Zairullah: Ini Fitnah

Regional
Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Pemda DIY Minta NIK Guru MAN 22 Palmerah yang Positif Covid-19 Usai ke Yogya

Regional
Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Mobil Alphard di Solo karena Masalah Bisnis

Regional
Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Gunung Ile Lewotolok Terus Keluarkan Erupsi Disertai Suara Gemuruh

Regional
'Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu'

"Jangan Sampai Rumah Sakit Sibuk Merawat, Masyarakat Tetap Berkumpul, Ini Bom Waktu"

Regional
Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Satu Lagi Guru SMPN 3 Jekulo Kudus Meninggal karena Corona, Total Jadi 4

Regional
Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Polisi Geledah Rumah Pelaku Penembakan Mobil Alphard, Amankan Satu Senpi Laras Panjang

Regional
Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X