Kompas.com - 15/06/2020, 05:35 WIB
Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020). ISTIMEWATangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).

Diberi makan hingga sering dimandikan

Sejak kali pertama bertemu Riska, Pak Ambo telah merasa memiliki ikatan batin dengan buaya tersebut.

Tak seperti hewan buas lainnya, Riska malah terkesan jinak dan akrab dengan dirinya.

Hal itu yang membuat Pak Ambo menganggap buaya itu sebagai anaknya dan kerap memberinya pakan.

"Saya juga bingung kenapa kami begitu dekat. Tapi menurut kami, orang Sulawesi pasti ada hubungan keluarga kami dengan buaya. Kenapa dia jadi jinak begini," kata dia.

Bahkan, kata Ambo, seperti anaknya sendiri, Riska selalu kembali jika ia panggil.

23 tahun merawat buaya tersebut, Ambo menuturkan tak pernah diserang.

Itulah yang membuatnya semakin menyayangi Riska dan rutin memberinya makanan hingga Riska tumbuh besar.

"Sayang banget karena dari kecil kupelihara, Sering saya elus-elus. Kumandikan, ku gosok bagian belakangnya," kata dia.

Baca juga: Buaya yang Memangsa Nelayan di Riau Akhirnya Tertangkap

Berpesan ke nelayan lain, jangan dikasari

Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020). Istimewa Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).
Tak hanya merawatnya, Ambo pun berpesan pada warga agar Riska tak dikasari.

"Jangan kasar. Jangan dimain-mainin. Jadi kadang nelayan habis melaut beri makan ikan. Dia (Riska) menghampiri perahu nelayan diberi makan ikan sama nelayan," kata Ambo.

Pernah suatu kali, Ambo terpaksa harus pergi merantau dari kampungnya ke Samarinda selama dua tahun.

Dari istrinya, Ambo mendapat laporan, jika Riska sering mondar-mandir seperti mencari sosok Ambo di sekitar rumah.

Saat itu, Ambo menitipkan buaya pada warga sekitar untuk diberi makan ketika melihat Riska.

"Kadang kalau saya tidak ada, diberi makan sama warga sekitar," kata dia.

Setelah dua tahun merantau, Ambo kembali ke kampungnya dan merawat Riska.

Bahkan kini warga pun banyak yang datang mengunjungi dan membawa makanan untuk Riska.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor: Dheri Agriesta)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X