Diyakini Sebagai Anaknya, Buaya 4 Meter Bernama Riska 23 Tahun Dirawat oleh Pak Ambo

Kompas.com - 15/06/2020, 05:35 WIB
Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020). Tangkapan layar/Zakaria DemonTangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).

KOMPAS.COM- Seekor buaya bernama Riska rupanya memiliki hubungan yang tak biasa dengan warga Muara Sungai Guntung, Bontang, Kalimantan Timur bernama Ambo.

Pria yang akrab disapa Pak Ambo itu bahkan memberi sendiri nama 'Riska' dan menganggap buaya tersebut sebagai anaknya.

"Saya anggap sebagai anak sendiri," kata Pak Ambo.

Baca juga: Detik-detik Yanto Diseret Buaya di Hadapan Keluarganya

Pertemuan pertama 23 tahun lalu, Riska buntuti perahu

Ilustrasi buaya muara. KOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi buaya muara.
Pak Ambo berkilas balik mengenai pertemuannya dengan Riska.

Waktu itu, sekitar 23 tahun yang lalu, Riska mengikuti perahu Ambo.

Pak Ambo ingat betul, ketika itu ukuran Riska satu meter. Sedangkan kini setelah puluhan tahun dirawat olehnya, Riska berukuran empat meter.

"Datang sendiri. Kok ada buaya di samping perahu saya. Ku panggil dia datang. Saya beri makan sampai sekarang," tutur pria kelahiran tahun 1964 tersebut.

Baca juga: Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).ISTIMEWA Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).

Diberi makan hingga sering dimandikan

Sejak kali pertama bertemu Riska, Pak Ambo telah merasa memiliki ikatan batin dengan buaya tersebut.

Tak seperti hewan buas lainnya, Riska malah terkesan jinak dan akrab dengan dirinya.

Hal itu yang membuat Pak Ambo menganggap buaya itu sebagai anaknya dan kerap memberinya pakan.

"Saya juga bingung kenapa kami begitu dekat. Tapi menurut kami, orang Sulawesi pasti ada hubungan keluarga kami dengan buaya. Kenapa dia jadi jinak begini," kata dia.

Bahkan, kata Ambo, seperti anaknya sendiri, Riska selalu kembali jika ia panggil.

23 tahun merawat buaya tersebut, Ambo menuturkan tak pernah diserang.

Itulah yang membuatnya semakin menyayangi Riska dan rutin memberinya makanan hingga Riska tumbuh besar.

"Sayang banget karena dari kecil kupelihara, Sering saya elus-elus. Kumandikan, ku gosok bagian belakangnya," kata dia.

Baca juga: Buaya yang Memangsa Nelayan di Riau Akhirnya Tertangkap

Berpesan ke nelayan lain, jangan dikasari

Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020). Istimewa Tangkapan layar video Pak Ambo saat memberi makan buaya di Muara Sungai Guntung, Kota Bontang, Kaltim, Minggu (14/6/2020).
Tak hanya merawatnya, Ambo pun berpesan pada warga agar Riska tak dikasari.

"Jangan kasar. Jangan dimain-mainin. Jadi kadang nelayan habis melaut beri makan ikan. Dia (Riska) menghampiri perahu nelayan diberi makan ikan sama nelayan," kata Ambo.

Pernah suatu kali, Ambo terpaksa harus pergi merantau dari kampungnya ke Samarinda selama dua tahun.

Dari istrinya, Ambo mendapat laporan, jika Riska sering mondar-mandir seperti mencari sosok Ambo di sekitar rumah.

Saat itu, Ambo menitipkan buaya pada warga sekitar untuk diberi makan ketika melihat Riska.

"Kadang kalau saya tidak ada, diberi makan sama warga sekitar," kata dia.

Setelah dua tahun merantau, Ambo kembali ke kampungnya dan merawat Riska.

Bahkan kini warga pun banyak yang datang mengunjungi dan membawa makanan untuk Riska.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor: Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X