Kompas.com - 13/06/2020, 06:14 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

KOMPAS.com - Seorang kakek berperawakan kurus dengan gesit menceburkan dirinya ke sungai.

Bukan untuk mandi atau mencari ikan, kakek yang akrab disapa Mbah Sukir itu mencari jasad seorang siswa SMP berinisial RC (14) yang tenggelam di Sungai Bengawan, Madiun.

"Biasanya begitu saya mendengar ada korban tenggelam, saya langsung berangkat menuju lokasi," tutur Sukir kepada wartawan.

Baca juga: Kisah Teguh dan Tagihan Listrik Rp 20 Juta, Awalnya Kecewa, Berakhir Rela

Temukan 60 jasad korban tenggelam

Ilustrasi laut, samudra Ilustrasi laut, samudra
Mbah Sukir yang masih terampil menyelam pada usia senja mengatakan sudah puluhan jasad korban tenggelam ia temukan.

"Kalau saya hitung, mungkin lebih dari 60 orang (jasad korban tenggelam yang ditemukan)," ungkap Mbah Sukir.

Tak hanya menaklukkan sungai, Mbah Sukir juga berhasil menemukan korban tenggelam di laut serta telaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun berhasil melakukan pencarian di Telaga Sarangan, Telaga Ngebel Ponorogo, Pacitan, Bojonegoro, Ngawi, hingga Trenggalek.

Baca juga: Tragedi Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, Anak Balitanya Tenggelam di Dalam Drum, Jasad Ditemukan karena Suara Ledakan

 

Inilah Mbah Sukir, kakek spesialis pencari korban tenggelam di sungai dan telaga asal Kota MadiunKOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI Inilah Mbah Sukir, kakek spesialis pencari korban tenggelam di sungai dan telaga asal Kota Madiun
Tak ada ritual khusus sebelum menyelam

Kakek tiga cucu itu mampu menyelam tanpa alat bantu pernapasan selama empat menit untuk mencari korban tenggelam.

Hal itu ia lakukan tanpa adanya ritual khusus sebelumnya.

Kunci kemampuan dan keberaniannya menyelami perairan adalah melakukan kebaikan dengan hati ikhlas.

"Kalau kita melakukan hal baik dengan ikhlas dan senang maka saya yakin akan selamat," kata dia.

Baca juga: Kisah Mbah Sukir, Kakek Penyelam yang Temukan 60 Jasad Korban Tenggelam..

Andalkan penciuman dan naluri

IlustrasiTHINKSTOCK.COM Ilustrasi

Kemampuan Mbah Sukir menemukan puluhan jasad korban tenggelam tak lepas dari naluri dan penciumannya yang tajam.

Mbah Sukir akan menyelam dan mampu mencium aroma tak sedap dari jasad korban tenggelam di perairan.

Setelah menemukan jasad, biasanya ia segera naik ke permukaan perairan untuk memberikan informasi agar jasad bisa segera dievakuasi dan dimakamkan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Muhlis Al AlawI | Editor: David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X